Jadi Sasaran Bullying, Korban Dugaan Pencabulan Guru Ngaji di Karawang Terancam Putus Sekolah
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Nasib pilu dialami seorang santriwati di Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, yang menjadi korban dugaan pencabulan oleh guru ngajinya.
Di tengah proses hukum yang masih berjalan, korban kini terancam putus sekolah akibat perundungan yang diterimanya di lingkungan pendidikan.
Keluarga korban mengungkapkan, tekanan psikologis yang dialami remaja tersebut justru semakin berat setelah kasus yang menimpanya ramai diberitakan dan menjadi perbincangan publik.
Kakak korban, D (32), mengatakan adiknya yang bersekolah di salah satu SMK di Kecamatan Pakisjaya kini semakin enggan mengikuti kegiatan belajar mengajar. Korban disebut kerap menjadi bahan pembicaraan dan mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari teman-temannya.
“Sejak kasus ini ramai dan beritanya tersebar luas, adik saya malah makin sering kena bully di sekolah,” kata D, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, sebelum kasus tersebut mencuat ke publik, korban masih berusaha bersekolah meski tidak setiap hari hadir. Namun kondisi itu berubah setelah perundungan yang dialaminya semakin intens.
“Dulu masih mau sekolah walaupun tidak rutin. Sekarang makin tidak mau datang karena mentalnya sudah tertekan,” ujarnya.
Keluarga khawatir kondisi tersebut akan membuat korban kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan. Mereka menilai perundungan yang terjadi telah menambah beban trauma yang sedang dialami korban.
“Kami takut kalau terus seperti ini, dia sampai putus sekolah,” ucapnya.
Selain menghadapi tekanan di sekolah, korban juga masih harus berhadapan dengan situasi yang membuatnya tidak nyaman di lingkungan tempat tinggal. Keluarga mengaku kecewa karena terduga pelaku masih terlihat beraktivitas seperti biasa.
D mengatakan rumah korban dan terduga pelaku berada dalam satu lingkungan dengan jarak yang sangat dekat, sehingga keduanya masih sering berpapasan.
“Karena rumahnya dekat, cuma selisih tiga sampai empat rumah, jadi masih sering terlihat. Aktivitasnya juga seperti biasa,” tutupnya.
Editor : Frizky Wibisono