Sinergi Disdikbud dan PGRI Karawang, Guru Diperkuat Jadi Garda Pelestari Budaya
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang terus memperkuat upaya pelestarian budaya dengan mendorong peran aktif para guru di sekolah, salah satunya melalui sinergi bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Karawang.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Karawang yang juga pengurus PGRI bidang seni dan budaya, Waya Karmila menjelaskan, kolaborasi ini menjadi bagian dari program PGRI yang sejalan dengan upaya penguatan pendidikan berbasis budaya.
Menurutnya, masih banyak guru yang belum memahami secara utuh terkait cagar budaya maupun kekayaan seni khas Karawang.
Karena itu, pihaknya akan mendorong pengenalan budaya daerah melalui organisasi PGRI agar dapat terintegrasi dalam proses pembelajaran di sekolah.
“Ini merupakan bagian dari sinergi antara bidang kebudayaan Disdikbud dengan para guru melalui PGRI. Kami ingin para guru memahami cagar budaya dan seni khas Karawang, sehingga bisa diajarkan kembali kepada siswa,” ujar Waya, Kamis (16/4/2026).
Waya menegaskan, peran guru sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai kebudayaan kepada siswa. Pasalnya, kebudayaan tidak hanya berkaitan dengan seni, tetapi juga mencakup etika dan karakter.
“Kebudayaan itu bukan hanya seni, tetapi juga etika. Bahkan 18 nilai pendidikan karakter itu banyak terkandung dalam budaya, seperti religius, kejujuran, hingga sikap saling menghargai,” katanya.
Sementara itu, Ketua PGRI Karawang, Uyat menyambut baik langkah sinergi tersebut. Ia menyebut, berbagai bidang di PGRI mulai bergerak aktif, termasuk pemberdayaan perempuan, olahraga, serta seni dan budaya.
“Alhamdulillah, koordinator bidang sudah mulai bergerak. Ini menjadi langkah baik dalam mendorong penguatan peran guru, khususnya di bidang seni budaya,” ungkapnya.
Ia juga menilai, pendidikan karakter yang berbasis budaya perlu terus diperkuat di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, nilai-nilai seperti etika terhadap guru dan penghormatan terhadap budaya harus terus ditanamkan kepada siswa.
Editor : Frizky Wibisono