Perkuat Swasembada Pangan Nasional, Karawang Genjot Luas Tambah Tanam Padi
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Pemerintah Kabupaten (Pemlab) Karawang terus memperkuat peran sebagai lumbung padi nasional dengan menggenjot luas tambah tanam (LTT) padi guna mendukung target swasembada pangan nasional.
Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Karawang, Rohman melalui Kepala Bidang Sarana Pertanian DPKPP Karawang, Mahmud mengatakan, kesanggupan LTT pada April 2026 telah mencapai 18.339 hektare yang tersebar di 30 kecamatan.
Lanjutnya, capaian tersebut merupakan bagian dari upaya mengejar target LTT sebesar 23 ribu hektare di bulan ini.
“Untuk bulan April ini, kesanggupan LTT kita 18.339 hektare dari 30 kecamatan, dengan target 23 ribu hektare,” ujar Mahmud. Jumat,(10/4/2026).
Selain itu, pada periode April, luas panen diprediksi mencapai 12.531 hektare dengan potensi produksi berkisar 5 hingga 8 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.
“Prediksi panen April sekitar 12.531 hektare, dengan potensi hasil 5 sampai 8 ton GKP per hektare,” katanya.
Meski target LTT tahun ini mengalami penyesuaian dibandingkan tahun sebelumnya, Mahmud memastikan upaya percepatan tanam tetap dilakukan secara maksimal.
Pasalnya, Pada 2025, luas tambah tanam tercatat mencapai 251.535,74 hektare, sementara diperiode yang sama luasan LTT sekitar 25 ribu hektare.
“Penurunan ini karena ada beberapa titik yang sudah lebih dulu dipanen. Namun kami perkirakan akan terjadi lonjakan signifikan pada Mei atau Juni,” jelasnya.
Untuk mempercepat realisasi LTT, DPKPP Karawang juga mendapat dukungan benih padi dari pemerintah pusat dengan total luasan bantuan benih 26 ribu hektare yang didistribusikan ke 23 kecamatan.
“Kami mendapat suplai benih padi dari pusat untuk percepatan LTT, yang ditebar di 23 kecamatan di Karawang,” ungkapnya.
Mahmud menegaskan, langkah tersebut merupakan strategi konkret dalam memperkuat produktivitas pertanian sekaligus menopang program swasembada pangan nasional yang tengah digencarkan pemerintah.
“Untuk target dari kementerian dan provinsi, di Karawang sendiri ditargetkan ada peningkatan LTT sekitar 10 hingga 20 persen dibanding tahun lalu, mengingat Karawang merupakan salah satu tulang punggung produksi padi nasional,” ujarnya.
Sebelumnya, DPKPP Karawang menggelar rapat koordinasi (rakor) LTT padi sebagai langkah konsolidasi percepatan tanam. Melalui rakor tersebut, pemerintah memastikan jadwal tanam petani berjalan sesuai rencana.
“Melalui rakor ini, kami ingin memastikan dan mengawal para petani agar jadwal tanam berjalan tepat waktu,” kata Mahmud.
Rakor tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Pertanian, TNI, hingga pemerintah provinsi, serta diisi dengan arahan, diskusi teknis, dan pemaparan realisasi LTT serta proyeksi tanam ke depan.
Dengan berbagai langkah percepatan tersebut, Karawang optimistis mampu menjaga produktivitas padi sekaligus memperkuat kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
Editor : Frizky Wibisono