Alam Karawang di Titik Nadir.Di Balik Deru Mesin Pabrik, Nafas Sungai Kian Sesak
“Sepertinya kita masih condong pada kepentingan investasi dan penyerapan tenaga kerja, sehingga kecil kemungkinan ada sanksi tegas,” ujarnya.
Ia menegaskan, kasus pencemaran oleh industri skala besar seharusnya ditangani langsung oleh pemerintah pusat, bukan hanya pemerintah daerah.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, Willy memperingatkan Karawang berpotensi menghadapi krisis ekologis di masa depan. Ia menyoroti alih fungsi kawasan perbukitan yang menjadi hulu sungai menjadi kawasan industri sebagai ancaman serius.
“Kalau hulunya saja sudah jadi drainase pabrik, maka jangan harap sungai di Karawang akan baik-baik saja,” tegasnya.
Ia berharap seluruh industri di Karawang dapat lebih taat terhadap aturan dan menjaga lingkungan, agar kerusakan tidak semakin meluas dan krisis ekologi dapat dihindari.
Editor : Frizky Wibisono