get app
inews
Aa Text
Read Next : Puluhan Kasus Narkotika di Karawang Terungkap Polisi, 28 Tersangka Berhasil Dibekuk

IPLT Jalupang Ditolak, Warga Minta Pengelolaan Sampah Dibereskan Terlebih Dahulu

Kamis, 26 Februari 2026 | 20:45 WIB
header img
Plt. Kepala Dinas PRKP Karawang, Asep Hazar. Foto : iNewskarawang.id/Iqbal Maulana Bahtiar

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Warga Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, menolak rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang.

Penolakan tersebut disampaikan dalam forum sosialisasi yang digelar Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Karawang di Fave Hotel, Rabu (25/2/2026), yang dihadiri pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda setempat.

Kepala Desa Wancimekar, Dimyat Sudrajat, menegaskan masyarakat belum dapat menerima rencana pembangunan IPLT sebelum persoalan pengelolaan sampah di TPA Jalupang diselesaikan.

“Kami dengan tegas menolak adanya IPLT di Jalupang sebelum adanya realisasi pengolahan sampah di TPA Jalupang,” tegasnya.

Menurutnya, warga tidak ingin adanya penambahan fasilitas baru yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, sementara persoalan sampah di TPA yang ada saat ini belum tertangani secara optimal.

Ia menyebut, masyarakat akan membuka ruang pertimbangan apabila pengelolaan sampah di TPA Jalupang telah berjalan baik dan tidak lagi menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.

“Kalau sampah sudah diolah dengan baik, tidak menimbulkan dampak negatif, tentu kami bersama masyarakat akan mengizinkan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas PRKP Karawang, Asep Hazar, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan tahapan awal sebagai salah satu persyaratan administrasi sebelum rencana pembangunan IPLT diusulkan lebih lanjut.

“Ini masih tahap sosialisasi sebagai salah satu persyaratan. Kalau diusulkan, kemungkinan untuk tahun 2027,” kata Asep.

Ia menyebut forum sosialisasi menjadi sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait rencana pembangunan tersebut.

“Pertemuan ini penting untuk mengetahui sikap masyarakat. Lanjut atau tidak, tentu tergantung dari masyarakat. Kami tidak bisa memaksakan,” ujarnya.

Meski kebutuhan sistem pengelolaan lumpur tinja terpusat dinilai penting untuk mendukung sanitasi wilayah perkotaan, pihaknya memastikan rencana pembangunan IPLT di TPA Jalupang tidak akan dilanjutkan tanpa persetujuan masyarakat setempat.

“Keputusan tetap mempertimbangkan aspirasi warga. Kami ingin semua berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan persoalan baru,” tandasnya.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut