Menolak Punah! Mesin Bubut Luar Negeri Puluhan Tahun Masih Jadi Andalan BLK Karawang
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Sejumlah mesin lama atau “jadul” masih digunakan dalam kegiatan pelatihan kerja di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang. Meski telah berusia puluhan tahun, beberapa di antaranya masih berfungsi dengan baik dan dinilai tetap relevan untuk pembelajaran dasar keterampilan.
Salah satu peralatan yang masih digunakan adalah mesin bubut dari Austria. Gedung tempat alat tersebut berada juga merupakan bangunan lama yang dulunya digunakan sebagai Politeknik Negeri Bandung. Hingga kini, mesin-mesin tersebut tetap dimanfaatkan dalam proses pelatihan peserta pelatihan khususnya Manufaktur.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang, Rosmalia Dewi menegaskan, meskipun peralatan yang dimiliki sebagian merupakan mesin lama, fungsinya masih dapat menunjang pelatihan kerja.
“Memang mesin-mesin ini bukan yang terbaru, sebagian merupakan alat jadul dari luar negeri sejak puluhan tahun lalu. Namun secara fungsi masih bisa digunakan. Secara teori, prinsip kerjanya sama dengan alat-alat sekarang, hanya perlu penyesuaian dengan perkembangan teknologi industri,” ujar Rosmalia, Kamis (8/1/2026).
Rosmalia menjelaskan, untuk mesin-mesin jadul yang sudah tidak berfungsi, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) Karawang agar dapat segera diangkut.
"Mungkin nanti skema nya akan dihapus aset lalu dilelang atau seperti apa itu sedang kami koordinasikan dengan BPKAD. Kalau saya sih ingin alat-alat yang sudah rusak ini segera diangkut agar space ruangan lebih luas," jelasnya.
Rosmalia juga mengatakan, keterbatasan alat baru tidak mengurangi tujuan utama pelatihan, yakni membekali peserta dengan keterampilan dasar. Menurutnya, selama peserta memahami dasar pengoperasian, adaptasi di dunia industri dapat dilakukan saat sudah bekerja.
“Yang penting peserta mendapatkan basic-nya. Soal teknologi yang lebih maju, nanti di perusahaan masing-masing akan menyesuaikan. Setiap industri punya standar dan sistem yang berbeda,” katanya.
Sementara itu, instruktur pelatihan Manufaktur UPTD BLK Disnakertrans Karawang, Dede menjelaskan, mesin bubut dari Austria tersebut telah digunakan sejak puluhan tahun lalu. Meski tergolong lama, sebagian besar masih berfungsi dan rutin dipakai dalam kegiatan pelatihan.
“Setahu saya ini alat hibahan dari Austria, sudah puluhan tahun. Memang alatnya jadul, tapi masih banyak yang berfungsi. Di sini ada sekitar empat mesin lama dan sampai sekarang masih dipakai untuk pelatihan,” ujar Dede.
Ia menilai, dibandingkan peralatan modern, mesin-mesin lama justru cenderung lebih awet. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam menyesuaikan penggunaan alat lama dengan kebutuhan industri yang kini semakin maju.
“Kalau dibandingkan, alat-alat dulu itu lebih awet. Tapi memang ada kesulitan penyesuaian dengan kondisi industri sekarang. Makanya di sini kita fokuskan pada penguasaan dasar. Kalau basic-nya sudah paham, nanti tinggal upgrade sesuai kebutuhan di perusahaan,” katanya.
Terkait perawatan, Dede menyebut pihaknya menerapkan perawatan preventif. Meski tidak memiliki jadwal servis tahunan secara khusus, instruktur secara rutin memeriksa dan merawat mesin, terutama saat tidak digunakan.
“Kalau sedang tidak dipakai, kita rawat, kita cek sistemnya supaya tetap berfungsi. Intinya dijaga agar alat-alat ini tetap bisa digunakan untuk pelatihan,” ujarnya.
Keberadaan peralatan lama yang masih beroperasi ini menunjukkan bahwa dengan perawatan yang baik, mesin berusia puluhan tahun tetap dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan keterampilan tenaga kerja.
Editor : Frizky Wibisono