Derap Kuda Putih dan Gemerlap Helaran, Bupati Aep Bawa Karawang Bernostalgia ke Masa Lalu

Gelar Maulana Media
Bupati Aep menunggang kuda putih memimpin Helaran Budaya Karawang, mengajak ribuan warga menyusuri jejak sejarah di HUT ke-393. Foto : Gelar Maulana Media

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Derap kaki kuda terdengar di tengah riuh ribuan warga yang memenuhi ruas Jalan Tuparev, Kabupaten Karawang, Jumat (18/9/2026) malam.

Di tengah kerumunan itu, seekor kuda putih melangkah perlahan membawa sosok yang tak asing bagi masyarakat Karawang. Bupati Karawang Aep Syaepuloh tampil dengan pangsi putih dan ikat kepala putih, memimpin langsung Helaran Budaya dalam rangkaian puncak Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393.

Busana serba putih dan kuda yang ditungganginya membuat Aep tampil mencolok. Dari kejauhan, penampilannya menyerupai seorang raja yang tengah memimpin sebuah kirab.

Aep berada paling depan. Di belakangnya, rombongan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) mengikuti iring-iringan dengan menaiki delman.

Perlahan, rombongan bergerak dari Jalan Tuparev menuju Jalan Kertabumi hingga Alun-alun Karawang.

Di sepanjang rute, suasana berubah menjadi lautan manusia. Warga berdiri di sisi jalan, sebagian mengangkat telepon seluler untuk merekam dan mengabadikan momen langka tersebut.

Sesekali Aep melambaikan tangan kepada warga yang menyapanya. Respons masyarakat pun terlihat antusias.

Namun, helaran malam itu bukan sekadar parade pejabat dan kendaraan hias. Ada cerita panjang tentang Karawang yang ingin ditampilkan melalui rangkaian budaya tersebut.

Mengusung tema “Perjalanan Sejarah Kabupaten Karawang dari Masa ke Masa,” helaran membawa masyarakat menyaksikan gambaran perjalanan Karawang dari masa lampau hingga memasuki era modern.

Sebanyak 32 kendaraan hias ikut bergerak dalam parade. Setiap kendaraan membawa konsep berbeda, menampilkan potongan cerita, budaya, kesenian hingga perkembangan Karawang dari waktu ke waktu.

Kostum tradisional, musik, seni pertunjukan dan berbagai atraksi turut menghidupkan suasana. Jalanan yang biasanya menjadi jalur kendaraan malam itu berubah menjadi panggung budaya terbuka.

Ribuan warga menjadi penontonnya.

Bagi masyarakat yang berdiri di sepanjang rute, helaran bukan hanya tontonan. Parade tersebut menjadi kesempatan untuk melihat kembali identitas daerah melalui budaya yang ditampilkan di hadapan mereka.

Di tengah gemerlap kendaraan hias dan riuh masyarakat, sosok Aep yang menunggang kuda putih menjadi salah satu pusat perhatian malam itu.

Ia memimpin rombongan hingga tiba di pusat kota, sementara di belakangnya parade terus bergerak membawa cerita tentang Karawang.

Satu per satu kendaraan hias melintas. Musik dan atraksi berganti. Warga tetap bertahan di pinggir jalan.

Malam itu, Karawang tidak hanya merayakan hari jadinya yang ke-393. Melalui sebuah helaran, sejarah daerah tersebut kembali dihadirkan ke ruang publik—berjalan bersama tradisi, kesenian dan wajah Karawang masa kini.

Editor : Frizky Wibisono

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network