KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang mengungkap sejumlah dugaan faktor yang tengah ditelusuri terkait pencemaran aliran irigasi Leuweung Seureuh–Johar yang memicu kematian massal ikan.
Selain kemungkinan rendahnya kadar oksigen terlarut, DLH juga menyelidiki dugaan limbah rumah tangga, pembuangan limbah ilegal, hingga keberadaan saluran pembuangan tersembunyi atau “saluran siluman”.
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penataan Peraturan DLH Karawang, Lucky Mantera Dwi Putra, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab utama sebelum hasil pengujian laboratorium selesai.
“Kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya. Banyak indikator yang bisa menyebabkan ikan mati, salah satunya kadar oksigen terlarut yang rendah,” ujar Lucky. Rabu,(3/6/2026).
DLH, kata dia, telah melakukan verifikasi lapangan mulai dari kawasan Walahar hingga Bendung Leuweung Seureuh dengan mengambil sampel air di sejumlah titik untuk mengetahui sumber persoalan secara ilmiah.
“Hasil laboratorium akan menjadi dasar untuk mengetahui ada atau tidaknya indikasi pencemaran serta dari mana sumber penyebabnya,” katanya.
Selain dugaan pencemaran industri, Lucky menyebut limbah rumah tangga juga menjadi salah satu faktor yang sedang dikaji, meski belum bisa dipastikan keterkaitannya dengan kematian ikan.
“Limbah rumah tangga juga menjadi salah satu kemungkinan, tetapi kami belum bisa memastikan karena semuanya masih dalam proses penelusuran dan pembuktian,” ucapnya.
Sambil menunggu hasil laboratorium yang diperkirakan keluar dalam waktu sekitar 14 hari kerja, DLH mengaku mulai melakukan langkah preventif dengan memperluas penelusuran ke area sekitar jalur aliran air, termasuk akses kendaraan yang berdekatan dengan saluran irigasi.
“Kami akan melakukan penelusuran secara menyeluruh, bukan hanya di lokasi kejadian, tetapi juga di jalur-jalur kendaraan yang dekat dengan saluran air. Banyak modus yang bisa dilakukan dalam aksi pembuangan limbah ilegal,” kata Lucky.
DLH juga menyoroti kemungkinan adanya saluran pembuangan tersembunyi atau “saluran siluman” milik perusahaan yang berpotensi menjadi jalur masuk limbah ke aliran irigasi. Karena itu, koordinasi lintas instansi akan dilakukan untuk memperkuat pengawasan.
“Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pengawasan. Kami juga meminta masyarakat ikut memantau. Jika ada kendaraan mencurigakan atau saluran yang diduga membuang limbah ke aliran air, silakan laporkan atau dokumentasikan,” tegasnya.
DLH memastikan hasil investigasi akan diumumkan kepada masyarakat setelah analisis laboratorium selesai dilakukan guna memastikan faktor dominan penyebab pencemaran dan kematian massal ikan.
“Kami berharap masyarakat ikut berperan aktif menjaga lingkungan. Kalau menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar saluran air, segera laporkan atau dokumentasikan agar bisa segera kami tindak lanjuti,” pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
