Ancaman Kekeringan Intai Sawah Petani, Produksi Gabah di Kota Padi Terancam Berkurang

Iqbal Maulana Bahtiar
Ilustrasi, ancaman kekeringan mengintai sawah petani. (Foto : Istimewa).

“Dengan saluran tersier yang panjang dan jauh dari pintu air utama, sawah di wilayah hilir sering tidak kebagian air,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi gagal panen, para petani selama ini rutin melakukan gotong royong membersihkan saluran irigasi sekunder maupun tersier setiap musim tanam. Perbaikan pintu air utama juga dilakukan secara swadaya oleh petani.

“Keridan atau pembersihan saluran sering kami lakukan gotong royong. Perbaikan pintu air utama juga pakai dana swadaya petani karena kondisinya memang sudah memprihatinkan,” ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, Arip berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat membantu normalisasi saluran irigasi tersier menggunakan alat berat agar distribusi air ke area persawahan kembali lancar.

Dia juga meminta perbaikan pintu air utama dan tanggul irigasi primer segera dilakukan agar peningkatan produktivitas pertanian yang dalam dua tahun terakhir terus naik tidak terganggu akibat kekeringan.

“Kami tidak perlu penghargaan karena petani memang sedang bekerja. Yang kami butuhkan itu bantuan menjaga infrastruktur irigasi supaya distribusi air lancar sampai hilir,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Karawang Rohman melalui Kepala Bidang Sarana Pertanian DPKPP Karawang, Mahmud memastikan dampak El Nino tahun ini belum signifikan terhadap produktivitas padi di Karawang.

Editor : Frizky Wibisono

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network