KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Karawang Film Festival (KFF) 2026 kembali digelar. Tahun ini, festival film pendek tersebut naik level dari tingkat Kabupaten Karawang menjadi Festival Film Pelajar Jawa Barat.
KFF 2026 diperuntukkan bagi pelajar SMA, SMK, MA dan sederajat se-Jawa Barat. Festival ini mengusung tema “Bingkai Tradisi, Rekam Masa Depan”.
Pelajar dapat mengangkat berbagai cerita dari daerah masing-masing, seperti tradisi, budaya, pariwisata, ekonomi kreatif dan kearifan lokal.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disparpora Karawang, Fazriyan Wardani Adhitya, mengatakan KFF merupakan agenda tahunan yang digelar bersama Forum Film Karawang dan komunitas film di Karawang.
“Ini tahun ketiga kita melaksanakan festival film pendek. Kalau sebelumnya tingkat Kabupaten Karawang, tahun ini kami tingkatkan menjadi tingkat Jawa Barat,” kata Adhitya, Kamis (27/8/2026).
Menurut Adhitya, perluasan peserta diharapkan dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk berkarya sekaligus mengenalkan potensi Karawang kepada daerah lain di Jawa Barat.
“Dengan mengundang pelajar se-Jawa Barat, mudah-mudahan mereka mengenal dan tertarik dengan potensi Karawang, terutama wisata dan ekonomi kreatifnya,” ujarnya.
Pendaftaran KFF 2026 dibuka 15 Juli hingga 15 September 2026. Film yang masuk akan diseleksi untuk menentukan finalis.
Para finalis akan diundang ke Karawang untuk mengikuti gelar karya, grand final dan malam penganugerahan yang dijadwalkan pada 14 November 2026 di Gedung Aula Husni Hamid, Kompleks Pemda Karawang.
Panitia menyiapkan hadiah puluhan juta rupiah untuk Juara 1, Juara 2, Juara 3 serta sejumlah kategori penghargaan, termasuk Best Sutradara dan Best Skenario.
Tidak hanya hadiah, KFF 2026 juga memberikan fasilitas pengembangan karya. Finalis dan pemenang akan difasilitasi untuk mengurus Surat Tanda Lulus Sensor (STLS) melalui Lembaga Sensor Film (LSF) RI.
“Kita fasilitasi finalis dan pemenang untuk mendapatkan Surat Tanda Lulus Sensor dari LSF RI. Setelah itu, kalau mereka ingin mengembangkan filmnya ke platform OTT, bisa diurus oleh produser masing-masing,” jelas Adhitya.
Disparpora Karawang juga akan memberikan fasilitas Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk karya para pemenang.
“Kami ingin karya mereka tidak berhenti setelah lomba. Karya pemenang akan kami bantu dari sisi HAKI agar terlindungi dan bisa terus dikembangkan,” katanya.
Selain itu, Juara 1 KFF 2026 berhak mendapatkan beasiswa kuliah penuh dari STMK Trisakti.
Adhitya berharap KFF dapat menjadi wadah untuk menemukan dan mengembangkan talenta muda perfilman di Jawa Barat.
“Kami ingin pelajar tidak hanya membuat film untuk lomba, tetapi bisa terus mengembangkan karya hingga masuk ke industri perfilman,” pungkasnya.
Informasi pendaftaran dan persyaratan KFF 2026 dapat dipantau melalui Instagram Disparpora Karawang dan Karawang Film Festival.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
