KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Menyambut Hari Mangrove Sedunia, Unicharm Indonesia menanam 1.000 bibit mangrove di Pantai Jaya Bahari, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada 29 Juli 2026.
Kegiatan bertajuk “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang” tersebut digelar bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem pesisir.
Penanaman mangrove ini dilakukan untuk membantu memulihkan ekosistem pesisir, mengurangi dampak abrasi, serta mendukung upaya menghadapi perubahan iklim.
Hari Mangrove Sedunia diperingati setiap 26 Juli. Mangrove memiliki peran penting bagi lingkungan, di antaranya menyerap karbon, melindungi garis pantai dari gelombang, serta menahan erosi dan abrasi.
Indonesia sendiri memiliki kawasan mangrove yang luas. Namun, ekosistem tersebut masih menghadapi berbagai ancaman, mulai dari alih fungsi lahan, penebangan liar, pencemaran hingga abrasi pantai.
Pemilihan Pantai Jaya Bahari sebagai lokasi penanaman juga berkaitan dengan kondisi pesisir Karawang yang menghadapi persoalan abrasi. Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Karawang tahun 2020, lebih dari 23 kilometer garis pantai di wilayah Karawang mengalami kondisi abrasi yang buruk.
Direktur Unicharm Indonesia, Eiji Ito, mengatakan perusahaan memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya.
“Sebagai perusahaan yang mengoperasikan dua unit pabrik di wilayah Karawang, kami memiliki tanggung jawab moral yang kuat untuk menjaga kelestarian lingkungan setempat,” ujar Eiji.
Menurutnya, kegiatan penanaman mangrove tersebut merupakan kelanjutan dari komitmen perusahaan dalam menjaga lingkungan.
“Setelah sebelumnya kami berkontribusi menanam 1.500 pohon bambu di area tanggul Sungai Citarum pada tahun 2021, kali ini kami melanjutkannya dengan melakukan restorasi kawasan pesisir melalui penanaman 1.000 bibit mangrove di Pantai Jaya Bahari,” katanya.
Eiji berharap keberadaan mangrove yang ditanam dapat memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.
“Kami berharap upaya ini mampu membantu mereduksi laju abrasi pantai, memulihkan keseimbangan ekosistem kelautan, memberikan rasa aman bagi warga sekitar, sekaligus menjadi perwujudan konkret dari slogan kami, Ethical Living for SDGs untuk terus menciptakan masa depan yang hijau bagi generasi mendatang,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Keanekaragaman Hayati DLHK Kabupaten Karawang, Agus Mustaqim, mengapresiasi kontribusi Unicharm Indonesia dalam pemulihan ekosistem pesisir.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas komitmen nyata dari Unicharm Indonesia yang turut berkontribusi dalam membantu pemulihan ekosistem pesisir Karawang,” kata Agus.
Ia menegaskan, mangrove memiliki fungsi penting sebagai pelindung alami wilayah pesisir.
“Mangrove memiliki peran vital sebagai benteng alami pelindung daratan. Isu abrasi dan pelestarian lingkungan adalah tantangan besar yang tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendirian,” ujarnya.
Menurut Agus, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha diperlukan agar upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Oleh karena itu, kolaborasi strategis lintas sektor antara pemerintah dan dunia usaha seperti ini merupakan kunci utama dalam merealisasikan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Karawang,” tuturnya.
Unicharm Indonesia juga memastikan kegiatan tidak berhenti pada penanaman. Pertumbuhan bibit mangrove yang telah ditanam akan dipantau secara berkala untuk memastikan tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi kawasan pesisir Pantai Jaya Bahari sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama menjaga lingkungan Karawang untuk generasi mendatang.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
