Tak hanya itu, MSA mengaku diisolasi dari lingkungan sosial, tidak diberi akses untuk berkomunikasi dengan keluarga maupun teman. Bahkan, uang hasil penjualan rumah serta seluruh tabungannya diduga diambil oleh suaminya.
Pada tahun 2021, MSA juga mengalami depresi. Saat menjalani pengobatan ke psikiater, obat yang diberikan justru dibuang oleh suaminya dan MSA tidak diperbolehkan mengonsumsinya. Pada 2021 MSA mulai merasakan gejala penyakit di area sensitifnya. Namun, ia tidak diizinkan memeriksakan diri ke dokter oleh suaminya.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
