KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Nasib pahit dialami seorang ibu berinisial MSA (34), warga Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Ia mengaku menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perselingkuhan, hingga tertular penyakit menular seksual (PMS) dari suaminya.
Lebih memilukan, anak kandung mereka yang merupakan hasil program bayi tabung juga diduga menjadi korban pencabulan oleh ayahnya sendiri saat berusia 5 tahun.
MSA mengungkapkan, pernikahannya yang dimulai pada 2014 awalnya berjalan normal. Namun, setelah lima tahun belum dikaruniai anak, keduanya memutuskan menjalani program bayi tabung pada 2019. Setelah kelahiran anak pertama, sikap suaminya mulai berubah drastis.
“Sejak 2020 mulai ada kekerasan verbal, saya dimaki dengan kata-kata kasar. Lalu tahun 2021 saya menemukan bukti perselingkuhan, tapi saat itu saya justru mengalami kekerasan fisik, dicekik, dipukul, bahkan ditindih,” ungkap MSA, Selasa (7/4/2026).
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
