KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Warga Dusun Rengas, Desa Karyabakti, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di dalam rumahnya, Senin (30/3/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
Korban diketahui berinisial Y (44), seorang ibu rumah tangga asal Tegal yang tinggal di lokasi kejadian. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh saksi berinisial N (66) saat hendak mengantarkan anak korban berangkat sekolah.
Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas Ipda Cep Wildan menjelaskan, saksi awalnya mendatangi rumah korban, namun mendapati kondisi rumah tertutup rapat dan terkunci dari dalam.
Setelah beberapa kali mengetuk pintu tanpa respons, saksi sempat mengira korban sedang pulang kampung bersama suaminya, Mardi alias Makay. Karena anak korban harus segera berangkat sekolah, saksi kemudian mendobrak pintu belakang rumah.
“Di dalam rumah, saksi menemukan suami korban berinisial M tergeletak di tempat tidur dalam kondisi mulut berbusa namun masih bernyawa. Sementara korban ditemukan sudah meninggal dunia dengan posisi terlentang di lantai kamar mandi,” ujar Cep Wildan.
Ia menambahkan, kondisi di dalam rumah saat ditemukan dalam keadaan tertutup dari dalam, sehingga tidak ada tanda-tanda orang lain masuk ke lokasi.
“Pintu dalam kondisi terkunci dari dalam, ini yang masih kami dalami untuk memastikan kronologi kejadian,” katanya.
Saksi kemudian meminta bantuan Ketua RT dan warga untuk mengevakuasi suami korban ke RS Hastien Rengasdengklok guna mendapatkan perawatan medis. Kejadian tersebut juga dilaporkan ke Polsek Batujaya.
Berdasarkan keterangan saksi, pasangan tersebut merupakan suami-istri yang menikah siri sekitar satu tahun. Suami korban diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan masih dalam pengobatan.
“Keterangan sementara dari warga, suami korban memang sedang menjalani pengobatan dan mengonsumsi obat penenang,” ujar Cep Wildan.
Mendapat laporan, jajaran Polsek Batujaya bersama Unit Inafis Polres Karawang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi.
“Kami sudah melakukan cek TKP, mengumpulkan keterangan saksi, serta dokumentasi. Jenazah korban telah dievakuasi ke rumah duka,” katanya.
Ia menegaskan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
“Untuk penyebab kematian masih dalam proses penyelidikan. Kami masih mengumpulkan keterangan dan fakta di lapangan,” tegasnya.
Pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi. Orang tua korban telah menandatangani surat pernyataan penolakan dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
“Keluarga korban menolak autopsi dan sudah membuat surat pernyataan. Mereka menerima ini sebagai musibah,” pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
