KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Jalur Pantai Utara (Pantura) Karawang mulai dilintasi pemudik pada Senin (16/3/2026) siang. Mayoritas pemudik yang melintas merupakan pengendara sepeda motor dengan barang bawaan menumpuk di bagian depan maupun belakang kendaraan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, para pemudik membawa berbagai barang seperti tas besar hingga kardus yang diikat di motor. Meski cuaca panas terik, mereka tetap melaju menuju kampung halaman.
Biasanya, pemudik yang berangkat dari wilayah Bekasi maupun pinggiran Jakarta pada siang hari masih dalam kondisi bugar saat tiba di Karawang. Mereka umumnya hanya berhenti sebentar untuk beristirahat, menggunakan fasilitas toilet, atau menunaikan ibadah salat sebelum melanjutkan perjalanan.
Berbeda dengan malam hari, banyak pemudik sepeda motor dari Jakarta memilih beristirahat di sejumlah titik di Karawang. Mulai dari kawasan Tanjungpura, Klari, Dawuan, Simpang Jomin hingga Jatisari.
Sebelum ruas Tol Cipali beroperasi, jalur Pantura Karawang dikenal sebagai salah satu titik kemacetan parah saat musim mudik. Bahkan, nama Simpang Jomin kerap disebut dalam laporan arus mudik nasional karena kemacetannya.
“Dengar sih dulu begitu (macet). Tapi saya belum di sini,” kata Sandi, pekerja kios tape di kawasan Simpang Mutiara, Karawang, Senin (16/3/2026).
Di sepanjang jalur dari Simpang Jomin hingga Simpang Mutiara, terdapat sejumlah kios oleh-oleh yang menjual berbagai makanan khas seperti tape singkong hingga kerupuk miskin, yakni kerupuk yang digoreng menggunakan pasir. Selain itu, di sepanjang jalan juga berdiri sejumlah hotel yang sudah lama melayani para pemudik.
Nur (32) mengaku pernah merasakan kemacetan parah di jalur Pantura saat pertama kali merantau ke Karawang pada 2017. Ia menyebut perjalanan dari Kebumen, Jawa Tengah menuju Karawang memakan waktu hingga 38 jam menggunakan bus.
“Saat itu hampir tidak jalan. Sampai kehabisan makanan. Kita beli gorengan di pinggir jalan, itu pun harus berebut,” ujar Nur.
Namun, pada perjalanan mudik maupun arus balik di tahun-tahun berikutnya, kendaraan yang ia tumpangi lebih sering memilih jalur tol. Jika pun melintas Pantura, kondisi lalu lintas tidak semacet sebelumnya.
Diketahui, jalur arteri Pantura Karawang membentang sepanjang sekitar 41 kilometer, mulai dari Tanjungpura yang berbatasan dengan Kabupaten Bekasi hingga Gamon yang berbatasan dengan Kabupaten Subang.
Meski tidak separah dahulu, sejumlah titik di jalur tersebut tetap diprediksi rawan kemacetan pada momen mudik Lebaran Idulfitri 2026, salah satunya Simpang Jomin.
“Di titik itu arus kendaraan dari Cikopo akan masuk ke Subang,” kata Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah.
Selain Simpang Jomin, titik rawan kemacetan lainnya berada di pertigaan Cipendeuy hingga Terminal Klari. Kemudian kawasan Pasar Kosambi, termasuk persimpangan rel kereta, serta Dawuan yang menjadi akses menuju persimpangan Tol Cikampek.
Titik rawan terakhir berada di kawasan Cikalong. Kemacetan di lokasi ini dipicu arus kendaraan dari jalur alternatif sepeda motor yang masuk ke jalur utama arteri Pantura Karawang.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, Polres Karawang telah menyiapkan sejumlah langkah pengamanan. Mulai dari penempatan personel di titik rawan hingga menyiapkan perlengkapan lalu lintas seperti traffic cone dan tolo-tolo.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
