Rakerda Bangga Kencana, Bupati Aep Dorong Percepatan Penanganan Stunting

Iqbal Maulana Bahtiar
Bupati Karawang Aep Syaepuloh. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Bangga Kencana bersama kepala OPD, camat, dan kepala puskesmas di Gedung Singaperbangsa lantai 3, Kamis (30/4/2026).

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penanganan stunting. Ia meminta seluruh camat dan puskesmas terlibat aktif agar penanganan berjalan efektif.

“Kalau kita kerja sama-sama, saya pikir persoalan ini bisa cepat selesai. Tidak hanya camat, puskesmas juga harus terlibat aktif,” ujar Aep.

Ia menyebut, Pemkab Karawang telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp6,5 miliar per tahun untuk program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak terdampak stunting.

Namun, menurutnya, program tersebut masih perlu diperkuat, khususnya melalui penambahan asupan telur sebagai sumber protein.

“Sekarang PMT-nya sudah banyak, tapi telurnya belum ada. Saya ingin dikolaborasikan, karena telur ini sangat baik untuk perbaikan gizi,” katanya.

Aep menilai telur memiliki efektivitas tinggi dalam memperbaiki gizi anak. Ia bahkan mengaku pengalaman sebelumnya menunjukkan intervensi melalui pemberian telur mampu mempercepat penurunan stunting.

Ia memperkirakan kebutuhan telur untuk intervensi stunting di Karawang mencapai sekitar 250 kilogram per hari. Meski demikian, ia optimistis kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui kerja sama lintas sektor.

Selain itu, Pemkab Karawang juga akan mengoptimalkan program pemerintah pusat seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Program pusat ini harus dimanfaatkan. Sayang kalau tidak dimaksimalkan, karena ini bisa membantu percepatan penanganan stunting,” tegasnya.

Saat ini, angka stunting di Karawang berada di kisaran 17 persen. Pemkab menargetkan angka tersebut turun hingga satu digit, minimal 9 persen.

Aep optimistis target tersebut dapat dicapai lebih cepat dengan intervensi yang tepat.

“Kalau biasanya turun enam bulan, ini bisa tiga bulan dengan grafik yang bagus, tentu akan kita beri reward,” ujarnya.

Ia menambahkan, penanganan stunting berfokus pada pemenuhan gizi. Selain telur, sumber protein lain seperti ikan juga baik, namun telur dinilai lebih mudah dikonsumsi masyarakat.

“Intinya stunting itu soal gizi. Kalau gizinya diperbaiki, selesai. Telur ini paling mudah dan pasti dimakan,” pungkasnya.

Editor : Frizky Wibisono

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network