Iran Sesumbar Ancam Serangan ke AS-Israel, Pakai Rudal Minimal 1 Ton

Rizky Agustian/Boby
Iran hanya akan meluncurkan rudal ke AS-Israel yang membawa hulu ledak minimal 1 ton. Foto: AP

JAKARTA, iNewsKarawang.id - Iran ancam akan melancarkan serangan yang lebih dahsyat kepada aset-aset Amerika Serikat (AS) dan Israel. 

Demikian dikatakan Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Majid Mousavi kepada media lokal, dilansir dari Anadolu, Selasa (10/3/2026).

Menurut Majid Mousavi, rencananya Teheran hanya akan meluncurkan rudal yang membawa hulu ledak minimal 1 ton ke AS-Israel. Tak hanya itu, serangan rudal terhadap target Israel dan AS akan semakin intensif.

Sementara Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi sebelumnya menegaskan militernya siap melakoni perang panjang melawan AS-Israel. Dia memperingatkan Iran siap sepenuhnya meladeni AS untuk eskalasi lebih lanjut di tengah ketegangan terus mengguncang pasar global.

"Sembilan hari setelah Operasi Epic Mistake, harga minyak telah naik berlipat ganda dan semua komoditas meroket," kata Araghchi, di media sosial X, sindiran dari nama operasi militer terhadap Iran Epic Fury, dikutip Selasa (10/3/2026).

Dia juga menuduh AS sedang merencanakan serangan terhadap fasilitas minyak dan nuklir Iran dengan harapan bisa menahan guncangan inflasi yang besar. Atas ancaman itu, Araghchi menegaskan Iran sepenuhnya siap meladeni.

Araghchi lalu mengeluarkan ancaman tegas kepada AS. "Kami juga punya banyak kejutan yang menunggu," tulisnya.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan, operasi militer terhadap Iran, Operasi Epic Fury, berjalan dengan lancar dan bahkan berpotensi segera selesai. Dia mengklaim telah menghancurkan sekitar 80 persen peluncur rudal Iran dalam operasi militer AS.

Dalam pidatonya kepada anggota Kongres dari Partai Republik, Trump mengklaim militer AS telah menghancurkan sekitar 80 persen peluncur rudal Iran, sehingga kemampuan serangan negara itu disebut menjadi sangat kecil.

“Sebagian besar rudal-rudal telah dilumpuhkan, drone telah dilumpuhkan, dan kita menyerang tempat mereka membuat drone,” kata Trump, seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa (10/3/2026).

Meski demikian, klaim tersebut dinilai tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan. Iran terus melancarkan serangan rudal dan drone ke Israel, bahkan dengan intensitas yang meningkat dibanding sebelumnya.

Selain itu, serangan terhadap pangkalan militer AS di kawasan Teluk juga dilaporkan semakin sering terjadi. 

Editor : Boby

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network