MUI Karawang Ingatkan Umat Hindari Perbuatan Makruh Saat Puasa Ramadan

Nurul Rahma Amalia
MUI Karawang Ingatkan Umat Hindari Perbuatan Makruh Saat Puasa Ramadan. Foto : Ilustrasi

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Bulan suci Ramadan menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, tidak hanya dengan menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari berbagai perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa. Selain hal yang membatalkan, terdapat pula sejumlah amalan yang hukumnya makruh dan sebaiknya dihindari selama menjalankan ibadah puasa.

Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karawang, Tajudin Noor. Ia mengingatkan masyarakat agar memahami hal-hal yang makruh agar ibadah puasa tidak hanya sah, tetapi juga bernilai maksimal di sisi Allah SWT.

Menurutnya, salah satu kebiasaan yang kerap dilakukan masyarakat adalah mencicipi makanan saat berpuasa. Ia menjelaskan, mencicipi makanan tidak membatalkan puasa, namun hukumnya makruh jika tidak ada kebutuhan mendesak, karena dikhawatirkan makanan tersebut masuk ke dalam tenggorokan tanpa disadari.

Selain itu, berkumur juga termasuk perbuatan makruh apabila dilakukan secara berlebihan. Tajudin menegaskan, berkumur diperbolehkan selama tidak dilakukan secara mendalam seperti istinsyaq dan istinsyar yang berpotensi membuat air masuk ke tenggorokan.

“Kita boleh menjaga kebersihan mulut, tetapi jangan berlebihan. Karena jika air masuk, puasanya bisa batal,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kebiasaan menyikat gigi setelah waktu dzuhur. Menurutnya, sebagian ulama memakruhkan aktivitas tersebut karena dikhawatirkan menghilangkan bau khas mulut orang berpuasa yang justru bernilai ibadah.

Selain itu, aktivitas ngabuburit juga perlu diperhatikan. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan maksiat, seperti berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahram.

“Ngabuburit boleh saja selama diisi dengan hal positif, seperti kajian, membaca Al-Qur’an, atau kegiatan sosial. Jangan sampai justru membuka peluang maksiat,” katanya.

Tajudin juga menegaskan bahwa tidur berlebihan saat berpuasa termasuk perbuatan makruh. Meskipun tidur orang puasa bernilai ibadah, namun jika terlalu banyak tidur akan membuat seseorang malas beribadah dan kehilangan momentum Ramadan.

Ia menyarankan umat Islam tetap produktif, terutama setelah salat subuh, agar tubuh tetap bugar dan semangat menjalani aktivitas selama puasa.

“Puasa bukan alasan untuk bermalas-malasan. Justru Ramadan harus menjadi momentum meningkatkan ibadah dan produktivitas,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesadaran, menjaga diri dari hal-hal yang makruh, serta memaksimalkan amal kebaikan selama bulan suci Ramadan.

Editor : Frizky Wibisono

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network