KARAWANG, iNEWSKarawang.id – IP (20), ibu balita berusia 2,5 tahun yang menjadi korban dugaan penganiayaan di sebuah kamar hotel di wilayah Karawang Barat mengungkapkan kronologi kejadian sadis yang menimpa anaknya. Pelaku diketahui merupakan pacar ibu korban sendiri.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Kamis (12/2/2026) dini hari di sebuah kamar hotel di wilayah Karawang. IP menuturkan, saat itu dirinya bersama anak dan pelaku baru saja check-in di sebuah hotel sekitar pukul 01.00 WIB.
Menurutnya, anaknya saat itu belum langsung tidur dan masih bermain ponsel. Tidak lama kemudian, pelaku mengaku sakit perut serta meminta dirinya keluar untuk membeli makanan.
“Dia bilang belum makan sejak pulang kerja dan minta dibelikan makanan. Awalnya saya ragu karena sudah dini hari, tapi dia terus meminta,” ujar IP saat diwawancarai, Sabtu (14/2/2026).
Ia mengaku sempat meminta pelaku menunggu di luar kamar karena anaknya baru tertidur. Namun permintaan tersebut tidak diindahkan. Setelah cukup lama mencari makanan, ibu korban kembali ke kamar hotel dan mendapati situasi mencurigakan.
Saat masuk kamar, kondisi ruangan dalam keadaan gelap. Pelaku kemudian menyalakan lampu, dan korban ditemukan berada di kamar mandi dalam kondisi luka serius.
“Saya lihat darah sudah berceceran di tempat tidur. Anak saya sudah tidak menangis dan tubuhnya kaku trauma gitu. Saya langsung panik, gendong anak saya dan berniat segera membawanya ke rumah sakit," katanya.
IP mengaku sempat menaruh kecurigaan terhadap pelaku setelah melihat sesuatu di kantong celananya. Ia kemudian menanyakan benda tersebut kepada pelaku.
“Saya tanya itu apa di kantongnya. Tapi dia malah seperti memutarbalikkan keadaan dan seolah menyalahkan saya,” tuturnya.
Rasa curiga membuatnya melakukan pengecekan di sekitar kamar. Ia kemudian menemukan sejumlah barang mencurigakan yang disembunyikan di kolong tempat tidur, di antaranya di dalam kain hitam ditemukan jarum berukuran besar, serta sebuah tang.
Menurut IP, pelaku sempat memberikan alasan bahwa anaknya terjatuh. Namun ia meragukan keterangan tersebut.
“Matanya katanya dipukul menggunakan alat, lalu bagian mulut dan lidah anak saya dijepit dan ditarik,” ungkapnya.
IP menyebut, dugaan kekerasan terhadap anaknya bukan kali pertama terjadi sejak ia menjalin hubungan dengan pelaku sekitar tiga bulan terakhir.
Kasus ini telah ditangani Polres Karawang dan pelaku kini sudah berhasil diamankan, sementara korban hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Karawang.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
