Atasi Persoalan Air Bersih dan Sampah, Kolaborasi Lintas Sektor di Karawang Diperkuat
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Perkumpulan Inisiatif bersama Koalisi Prima WASH dan Forum CSO WASH Karawang mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi persoalan air bersih, sanitasi, dan pengelolaan sampah di Kabupaten Karawang.
Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan Multi Stakeholder Forum (MSF) WASH yang melibatkan pemerintah daerah, perusahaan, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas pengelola layanan berbasis masyarakat, Selasa (3/11/2026).
Perwakilan Perkumpulan Inisiatif, Pius Widiat mengatakan, forum tersebut harus menghasilkan aksi nyata, bukan sekadar menjadi ruang diskusi dan menyepakati komitmen.
“Harapannya, komitmen-komitmen yang sudah dihasilkan bisa direalisasikan di lapangan, bukan hanya berhenti di ruangan ini. Itu yang menjadi tujuan dari MSF ini,” kata Pius.
Menurutnya, persoalan air bersih, sanitasi, dan persampahan membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk penguatan kelompok pengelola sistem penyediaan air minum (KP-SPAM) dan komunitas pengelola sampah.
Ia menilai, inisiatif masyarakat dalam menyediakan layanan dasar perlu mendapat pengakuan dan dukungan kebijakan dari pemerintah daerah.
Selain itu, pembiayaan program WASH perlu diperkuat melalui berbagai sumber, tidak hanya mengandalkan APBD dan APBN, tetapi juga dana desa, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta dukungan mitra pembangunan.
“Pendanaan harus dibangun secara kolaboratif agar program WASH bisa berjalan berkelanjutan. Pemerintah, dunia usaha, dan mitra pembangunan perlu mengambil peran masing-masing,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, sejumlah rencana penanganan persoalan WASH di wilayah pesisir Kecamatan Cilamaya turut disampaikan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang merencanakan penggantian alat telemetri air yang rusak serta pemindahan jaringan pemantauan yang sebelumnya berada di PT Asia Pacific Fiber ke wilayah lain pada 2027.
Sementara itu, Perumda Tirta Tarum Karawang berkomitmen melakukan pengurasan pipa secara rutin di Dusun Tanah Timbul. Perusahaan daerah tersebut juga akan mengkaji penggunaan inline booster pump untuk membantu distribusi air ke Desa Muara.
Dari sisi infrastruktur, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Karawang merencanakan pembangunan 52 unit kran umum dan perluasan jaringan perpipaan dengan cakupan 1.276 sambungan rumah (SR) pada 2027.
Selain itu, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan 358 unit tangki septik individu untuk kepala keluarga.
Dukungan juga datang dari sektor swasta. PT Jawa Satu Power Cilamaya telah membangun dua unit sarana air bersih di Dusun Tanah Timbul, RT 10 RW 05. Namun, fasilitas tersebut masih membutuhkan komponen penyaring untuk meningkatkan kualitas air.
PT Ajinomoto Karawang turut menyatakan dukungan terhadap pengembangan Bank Sampah Unit (BSU) Jangkar Ecovillage, khususnya dalam penguatan kelembagaan dan infrastruktur.
Adapun PT Pupuk Kujang Cikampek membuka peluang kolaborasi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk mendukung penanganan persoalan WASH.
Di tingkat desa, Pemerintah Desa Muara berkomitmen mendukung pengembangan bank sampah dan mengampanyekan pemilahan sampah mulai dari rumah tangga.
Sementara itu, dukungan pendanaan dari World Bank telah tersedia untuk optimalisasi tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), yakni TPST Cirejag, Mekarjati, dan Jayakarta.
Selain itu, terdapat rencana revitalisasi TPA Jalupang menjadi TPST melalui program pendanaan lainnya, serta pengembangan TPS3R dengan dukungan CSR dan APBD Provinsi Jawa Barat.
Pius mengatakan, keberhasilan forum tersebut nantinya dapat dilihat dari tindak lanjut program dan dukungan anggaran pemerintah daerah, khususnya dalam perencanaan anggaran 2027.
“Indikator yang akan kita lihat salah satunya dukungan anggaran pemerintah. Apakah ada peningkatan anggaran untuk kegiatan sanitasi maupun pengelolaan sampah pada 2027 dan tahun-tahun berikutnya,” ungkapnya.
Ia berharap, komitmen yang telah disampaikan seluruh pemangku kepentingan dapat diwujudkan melalui program yang terukur dan berkelanjutan.
Dengan demikian, persoalan akses air bersih, sanitasi, dan pengelolaan sampah di Karawang, terutama wilayah pesisir, dapat ditangani secara lebih terintegrasi.
Editor: Frizky Wibisono