Lewat Film Edukasi Ibadah Umrah, BB Tour & Travel Karawang Raih Rekor MURI
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – BB Tour & Travel Karawang meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui inovasi film edukasi tata cara ibadah umrah yang ditayangkan di bioskop. Penghargaan tersebut diberikan dalam perayaan Milad ke-12 BB Tour & Travel di CGV Karawang, Sabtu (10/10/2026).
Penghargaan diterima langsung oleh Owner BB Tour & Travel, Hj. Ine Mulyati, S.H., M.Kn., bersama jajaran perusahaan. Acara tersebut dihadiri ratusan calon jemaah umrah dan sejumlah pejabat terkait.
Ine mengatakan, film edukasi tersebut dibuat untuk membantu jemaah memahami tata cara ibadah umrah sebelum berangkat ke Tanah Suci, mulai dari persiapan, pelaksanaan ibadah, hingga kepulangan.
Menurutnya, pembekalan jemaah perlu disampaikan melalui metode yang mudah dipahami, tidak hanya mengandalkan buku panduan.
“Karena itu, kami berupaya menyampaikan doa-doa beserta maknanya agar lebih mudah dipahami dan diingat oleh jemaah sebelum berangkat,” ujar Ine.
Ia berharap penggunaan media audiovisual dapat membantu jemaah memahami tahapan ibadah, bacaan doa, serta makna yang terkandung di dalamnya.
Manajer MURI, Triyono, mengapresiasi inovasi BB Tour & Travel yang memanfaatkan bioskop sebagai sarana edukasi ibadah umrah. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi cara berbeda dalam menyampaikan edukasi keagamaan kepada masyarakat.
“Penggunaan film di bioskop untuk menyosialisasikan tata cara ibadah umrah menjadi keunikan tersendiri dibandingkan metode edukasi pada umumnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Farosa, menilai inovasi tersebut dapat membantu meningkatkan pemahaman jemaah mengenai tata cara ibadah umrah.
Farosa menyebut BB Tour & Travel telah memberangkatkan sekitar 4.464 jemaah selama 12 tahun beroperasi.
“Edukasi melalui film seperti yang dilakukan BB Tour & Travel merupakan inovasi yang patut diapresiasi karena dapat membantu meningkatkan pemahaman jemaah mengenai tata cara ibadah umrah,” kata Farosa.
Ia juga menyoroti sejumlah tantangan dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, di antaranya kemampuan bahasa Arab jemaah, pemahaman manasik, serta pemenuhan persyaratan administratif oleh penyelenggara perjalanan ibadah.
Karena itu, Farosa menilai edukasi kepada jemaah perlu terus diperkuat melalui metode yang mudah dipahami dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Ia juga membuka peluang agar inovasi edukasi digital yang dinilai efektif dapat menjadi bahan pertimbangan untuk dikembangkan lebih luas dalam mendukung literasi digital di tingkat nasional.
Editor: Frizky Wibisono