Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas
Advertisement . Scroll to see content

Geger! Ulat Ditemukan dalam Ompreng Menu MBG Siswa SMKN 2 Karawang

Kamis, 08 Oktober 2026 | 14:34 WIB
  • author Gelar Maulana Media
Geger! Ulat Ditemukan dalam Ompreng Menu MBG Siswa SMKN 2 Karawang
Ulat ditemukan dalam ompreng menu MBG siswa SMKN 2 Karawang. Sekolah langsung mengganti makanan dan SPPG memperketat pemeriksaan. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.id — Siswa SMKN 2 Karawang digegerkan dengan temuan ulat dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (6/10/2026).

Temuan tersebut diketahui setelah seorang siswa melihat ulat pada daun sawi saat hendak menyantap menu MBG. Pihak sekolah kemudian meminta siswa tidak mengonsumsi sayur tersebut.

Humas SMKN 2 Karawang, Susi, mengatakan pihak sekolah langsung menindaklanjuti laporan siswa setelah mengetahui adanya ulat dalam makanan.

“Saya tanyakan kejadiannya, ada seorang siswa melapor sayurnya di daunnya ada ulat. Saat melaporkan, pihak guru langsung melarang dimakan sayur tersebut,” kata Susi, Rabu (7/10/2026).

Menurut Susi, terdapat dua ompreng yang berkaitan dengan temuan tersebut. Pihak sekolah kemudian mengganti makanan siswa dengan ompreng baru sehingga siswa tetap dapat menyantap menu MBG.

“Ada dua ompreng. Anak langsung ganti ompreng-nya dengan yang baru dan makan MBG seperti biasa,” ujarnya.

Pihak sekolah juga langsung berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangpawitan 4 selaku pengelola makanan MBG.

“Pihak terkait dari sekolah langsung konfirmasi ke SPPG untuk meningkatkan QC-nya,” kata Susi.

Sementara itu, Pengelola SPPG Karangpawitan 4 melalui Asisten Lapangan (PIC), Nani, didampingi Kepala SPPG Burhanudin, membenarkan temuan ulat tersebut.

“Kita sudah datang ke sekolah dan sudah menyelesaikannya. Ulat tersebut terdapat pada sayur sawi,” ujar Nani.

Sebagai langkah antisipasi, SPPG Karangpawitan 4 untuk sementara mengganti menu sawi dengan jenis sayuran lainnya.

“Untuk mencegah trauma, sementara kita akan menggunakan menu sayur selain sawi,” katanya.

Nani menjelaskan, pihak SPPG telah melakukan sejumlah tahapan pemeriksaan terhadap sayuran sebelum dimasak. Sayuran dicuci dan direndam menggunakan air garam, kemudian melewati hingga tiga tahap penyortiran.

Meski telah melalui proses tersebut, Nani mengakui masih ada kemungkinan ulat terlewat hingga ditemukan dalam makanan siswa.

“Kalau pada kenyataannya masih ada satu-dua, mungkin wajar ya. Karena memang sayuran kita justru tidak mengandung bahan-bahan berbahaya, tidak mengandung pestisida,” ujarnya.

Nani memastikan ulat yang ditemukan merupakan ulat yang berasal dari sayuran. Temuan tersebut menjadi evaluasi bagi SPPG untuk memperketat pemeriksaan bahan makanan sebelum didistribusikan kepada siswa.

“Jadi kalau ada ulat, itu ulat sayur. Menurut saya kalau cuma satu kelolosan, masih bisa dimaklumi,” katanya.

Pihak sekolah memastikan siswa yang menemukan ulat tidak mengonsumsi sayur tersebut dan telah mendapatkan penggantian makanan. 

SPPG juga akan memperketat pemeriksaan serta mengganti sementara menu sawi untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Editor: Frizky Wibisono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut