Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas
Advertisement . Scroll to see content

Prof Safuri Musa Dikukuhkan Guru Besar UNSIKA, Tekankan Pentingnya Pendidikan Sepanjang Hayat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:53 WIB
  • author Gelar Maulana Media
Prof Safuri Musa Dikukuhkan Guru Besar UNSIKA, Tekankan Pentingnya Pendidikan Sepanjang Hayat
Prof Safuri Musa dikukuhkan sebagai Guru Besar UNSIKA dan mendorong pendidikan masyarakat menjangkau warga yang belum terlayani pendidikan formal. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Prof. Dr. Safuri Musa, M.Pd. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA).

Pengukuhan berlangsung di Aula Syekh Quro UNSIKA, Selasa (6/10/2026), bertepatan dengan Dies Natalis Penegerian ke-12 UNSIKA. Dengan pengukuhan tersebut, UNSIKA kini memiliki lima guru besar.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Safuri menyoroti pentingnya pendidikan yang tidak hanya berlangsung di sekolah dan perguruan tinggi, tetapi juga menjangkau masyarakat yang belum memperoleh layanan pendidikan formal.

Orasi ilmiah yang disampaikan berjudul “Pendidikan Masyarakat di Tengah Perubahan: Menjangkau, Membelajarkan dan Memberdayakan Masyarakat Menuju Kehidupan yang Lebih Bermakna (Human Flourishing)”.

Prof. Safuri mengatakan pendidikan harus dapat diakses masyarakat sepanjang hayat, mulai dari anak usia dini hingga lanjut usia.

“Intinya kita harus memberikan kesempatan belajar kepada siapa saja, dari usia PAUD sampai usia Lansia,” kata Prof. Safuri seusai pengukuhan.

Menurutnya, pendidikan formal belum sepenuhnya mampu menjangkau seluruh masyarakat. Masih terdapat anak yang tidak bersekolah, putus sekolah, hingga lulusan perguruan tinggi yang belum bekerja dan membutuhkan tambahan keterampilan.

Karena itu, pendidikan masyarakat melalui jalur nonformal dinilai penting untuk melengkapi pendidikan formal.

“Bagaimana yang tidak sekolah? Bagaimana yang putus sekolah? Kalau sudah selesai S1, kuliah, mereka menganggur belum bekerja, siapa yang menangani? Itulah fungsi kami di jurusan Pendidikan Masyarakat, perlu diberikan pelatihan, keterampilan, keahlian,” ujarnya.

Prof. Safuri menilai proses belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas. Berbagai keterampilan yang diperoleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi bagian dari pendidikan nonformal.

“Artinya belajar itu sepanjang hayat,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menjangkau kelompok masyarakat yang belum memperoleh layanan pendidikan secara optimal, termasuk masyarakat di daerah pesisir, pedalaman, penyandang buta aksara, serta mereka yang mengalami putus sekolah.

“Jangan kita abaikan orang-orang yang terpinggirkan, orang-orang yang tidak terlayani,” tegasnya.

Menurutnya, pendidikan masyarakat memiliki tiga fungsi utama, yakni menjangkau masyarakat yang belum terlayani, memberikan pembelajaran tambahan, dan memberdayakan masyarakat.

“Pertama, menjangkau yang belum terlayani. Kedua, membelajarkan mereka yang sudah belajar, perlu penambahannya. Kemudian yang ketiga adalah memberdayakan,” ucapnya.

Prof. Safuri menambahkan, tujuan pendidikan tidak hanya membuat seseorang memiliki pengetahuan dan keterampilan. Pendidikan juga harus mendorong seseorang agar mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan orang lain.

Konsep tersebut ia kaitkan dengan human flourishing, yakni kondisi ketika manusia mampu berkembang dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna.

“Untuk diri sendiri sih bisa, mudah. Tapi bagaimana kita memberikan nilai manfaat kepada orang lain,” katanya.

Pengukuhan sebagai guru besar menjadi bagian dari perjalanan panjang Prof. Safuri di bidang pendidikan, birokrasi, dan akademik. Ia merupakan alumni S1 IKIP Bandung dan melanjutkan pendidikan S2 serta S3 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Ia juga memiliki pengalaman sebagai praktisi pendidikan dan birokrat di sejumlah daerah, di antaranya Timor Timur, Bandung, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan.

Kini, Prof. Safuri ingin melanjutkan pengabdiannya melalui dunia akademik, termasuk menghasilkan tulisan dan karya ilmiah.

“Kalau dulu saya waktu muda jalan jihadnya itu langsung bekerja, ketika jadi birokrat saya memimpin, sekarang sebagai ilmuwan jihadnya yaitu dengan tulisan, kata-kata,” tuturnya.

Ia berharap seluruh sivitas akademika UNSIKA dapat mengambil peran dalam mengembangkan kampus.

“Setiap orang yang ada di UNSIKA ini sesungguhnya punya peranan. Apa pun, apakah rektor, wakil rektor, dekan, wakil dekan, staf, semuanya punya peranan,” katanya.

Prof. Safuri juga berpesan kepada generasi muda agar terus meningkatkan kemampuan dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Generasi muda itu sekarang sudah harus mulai adaptif dengan situasi yang ada, perkembangannya, tantangan yang ada, dan punya daya tahan yang harus kuat,” pungkasnya. 

Editor: Frizky Wibisono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut