Dorong Pertanian Berkelanjutan, UNSIKA Kenalkan Teknologi Hijau Kepada Petani Karawang
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) terus mendorong hilirisasi hasil riset agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui Pusat Pengembangan dan Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), UNSIKA menggelar kegiatan bertema “Hilirisasi Hasil Riset dan Pengembangan Skill Penyuluh dan Kelompok Tani Menuju Pertanian Hijau” di Kantor UPTD Pertanian Kecamatan Karawang Barat.
Kegiatan tersebut diikuti 50 peserta yang terdiri dari kelompok tani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Acara dibuka Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Karawang Barat, Puspita Endah, SE., didampingi Kepala Pusat TTG LPPM UNSIKA, Rommy Andhika Laksono, SP., MP., IPM.
Puspita mengatakan, kegiatan tersebut penting karena memberikan akses kepada petani terhadap inovasi hasil riset perguruan tinggi.
“Kegiatan ini sangat penting dan dibutuhkan oleh petani untuk meningkatkan usaha tani melalui pemanfaatan hasil riset UNSIKA. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat lebih sering digelar agar manfaat riset semakin dirasakan masyarakat tani,” ujar Puspita.
Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Karawang, Rini Dwi, STP., MP., menilai inovasi dari perguruan tinggi dibutuhkan untuk membantu penyuluh dan petani menghadapi berbagai persoalan di sektor pertanian.
“Penyuluh dan petani membutuhkan inovasi dari dunia kampus untuk menyelesaikan permasalahan pertanian, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan usaha tani,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pusat TTG LPPM UNSIKA, Rommy Andhika Laksono, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UNSIKA memperkuat perannya sebagai pusat inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin hasil riset dosen UNSIKA tidak berhenti di laboratorium atau publikasi, tetapi dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya petani di Karawang,” ungkap Rommy.
Dalam kegiatan tersebut, UNSIKA memperkenalkan dua inovasi unggulan. Pertama, pompa air sawah bertenaga surya hasil riset Fakultas Teknik UNSIKA. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu kebutuhan pengairan lahan pertanian dengan memanfaatkan energi matahari.
Kedua, sistem hidroponik vertikal tenaga surya SHIATUN hasil pengembangan Fakultas Pertanian UNSIKA. Inovasi yang telah memperoleh paten tersebut dapat diterapkan pada lahan terbatas sehingga berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian di kawasan dengan keterbatasan lahan.
Penerapan kedua teknologi itu diharapkan tidak hanya memberikan manfaat teknis, tetapi juga berdampak terhadap kondisi sosial dan ekonomi petani.
Dari sisi sosial, kegiatan tersebut memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, penyuluh, dan kelompok tani. Petani dan penyuluh juga mendapatkan pengetahuan baru yang dapat meningkatkan kepercayaan diri dalam mengadopsi teknologi pertanian modern.
Sementara dari sisi ekonomi, penggunaan pompa tenaga surya dan hidroponik SHIATUN berpotensi menekan biaya operasional, meningkatkan efisiensi energi, serta mendorong peningkatan produktivitas usaha tani.
“Harapannya, inovasi ini bisa membantu petani menekan biaya, meningkatkan produktivitas, sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis teknologi pertanian,” kata Rommy.
Kegiatan kemudian ditutup dengan materi Public Speaking yang disampaikan praktisi komunikasi Anggun Pertiwi, M.Pd., C.MPs. Materi tersebut diberikan untuk meningkatkan kemampuan PPL dan kelompok tani dalam menyampaikan informasi pertanian secara efektif.
Melalui kegiatan tersebut, UNSIKA tidak hanya memperkenalkan teknologi hasil riset, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian.
Upaya itu diharapkan dapat memperkuat ekosistem pertanian hijau yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan di Kabupaten Karawang.
Editor : Frizky Wibisono