100 Hari Kerja Dandim Nanda Siswanto di Karawang, Bangun Jembatan hingga 8 Sumur Bor
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Genap 100 hari menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0604/Karawang, Letkol Inf Nanda Siswanto langsung mengarahkan program kerja pada kebutuhan masyarakat.
Pembangunan infrastruktur, penyediaan air bersih, pendampingan petani hingga pengamanan wilayah menjadi bagian dari kegiatan Kodim 0604/Karawang selama tiga bulan terakhir.
“Alhamdulillah di 100 hari saya menjabat Kodim 0604/Karawang, kita telah melakukan banyak pembangunan,” kata Letkol Inf Nanda Siswanto, Selasa (11/8/2026).
Di bidang infrastruktur, Kodim 0604/Karawang menyelesaikan pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang merupakan bantuan Presiden Republik Indonesia melalui Angkatan Darat.
Dua jembatan perintis juga telah dibangun di Kecamatan Jatisari. Sementara dua jembatan lainnya masih dalam proses pembangunan di Kecamatan Cilamaya.
Persoalan air bersih turut menjadi perhatian, terutama saat musim kemarau. Dalam tiga bulan terakhir, Kodim telah membangun delapan sumur bor yang tersebar di delapan kecamatan.
Sumur bor tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, termasuk panti asuhan dan sekolah.
“Alhamdulillah, tiga bulan saya menjabat, delapan sumur bor sudah kita bangun. Itu di delapan kecamatan,” ujarnya.
Pembangunan sumur bor masih akan dilanjutkan. Kodim menargetkan tujuh sumur bor tambahan dapat direalisasikan dalam satu hingga dua bulan ke depan.
“Ke depan kita akan tambah tujuh sumur bor. Mohon doanya saja, semoga dalam satu-dua bulan ini dapat terealisasi,” kata Nanda.
Namun, pembangunan sumur bor tidak bisa diterapkan di seluruh wilayah. Di Kecamatan Tegalwaru, pengeboran yang dilakukan belum menemukan sumber air yang dapat dimanfaatkan.
“Untuk Tegalwaru itu memang tidak ditemukan titik air. Jadi mungkin solusinya adalah melakukan pipanisasi,” ungkapnya.
Rencana pipanisasi tersebut akan diusulkan kepada komando atas dan dapat direalisasikan melalui program Karya Bakti maupun TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Selain pembangunan fisik, Kodim juga melakukan renovasi panti asuhan di Kecamatan Klari. Pendampingan terhadap petani dilakukan untuk menjaga aktivitas pertanian, termasuk pada lahan sawah tadah hujan yang menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau.
Pada sektor keamanan, Kodim meningkatkan patroli untuk mengantisipasi aksi begal dan peredaran obat keras tertentu (OKT), termasuk tramadol.
Patroli dilakukan secara acak setiap Jumat malam dan malam Minggu. Sejumlah wilayah yang menjadi sasaran antara lain Rengasdengklok, Cibuaya, Rawamerta hingga Cikampek.
“Kita memfokuskan patroli begal dan pemberantasan obat terlarang ini di kecamatan-kecamatan terluar dari Kabupaten Karawang,” ujarnya.
Patroli dilakukan dengan melibatkan kepolisian, Satpol PP dan Karang Taruna. Kodim bersama Satpol PP juga melakukan penyisiran ke sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran OKT.
Menurut Nanda, pola transaksi obat keras saat ini semakin tersembunyi, salah satunya melalui sistem tempel.
Ia memastikan tindakan tegas akan diberikan apabila terdapat anggota Kodim 0604/Karawang yang terlibat dalam peredaran obat keras.
“Apabila ada oknum dari Kodim 0604/Karawang yang terlibat dalam permainan peredaran obat keras, saya akan bertindak tegas. Langsung akan kita proses dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Selama 100 hari pertama kepemimpinannya, Kodim 0604/Karawang menjalankan program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari akses jalan dan jembatan, air bersih, pertanian hingga keamanan lingkungan.
Editor : Frizky Wibisono