Regenerasi Dalang Muda, Disdikbud Karawang Gelar Lomba Dalang Cilik dan Dongeng Wayang
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang menggelar Perlombaan Dalang Cilik dan Dongeng Wayang bertema Lestari Budaya, Generasi Berbudaya di Bale Asri Disdikbud Karawang, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya melestarikan seni pewayangan sekaligus mencetak regenerasi dalang muda di Karawang.
Perlombaan tersebut mempertandingkan dua kategori, yakni Festival Dalang Anak dan Lomba Dongeng Wayang yang mengangkat kisah-kisah pewayangan. Para pemenang Festival Dalang Anak nantinya akan mewakili Jawa Barat pada kompetisi tingkat nasional di Jakarta.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Karawang, Waya Karmila, mengatakan Festival Dalang Anak dibagi menjadi dua kelompok usia, yaitu kategori A usia 8 hingga 11 tahun dan kategori B usia 12 hingga 15 tahun.
“Juara nanti akan mewakili Jawa Barat pada kompetisi tingkat nasional di Jakarta. Untuk Festival Dalang Anak ada dua kelompok usia, yaitu 8 sampai 11 tahun dan 12 sampai 15 tahun,” ujar Waya.
Ia menjelaskan, Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jawa Barat memberikan kuota dua peserta dari Kabupaten Karawang untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi yang menjadi pintu menuju kompetisi nasional.
Waya menuturkan antusiasme peserta pada tahun ini cukup tinggi. Menurutnya, dukungan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam menumbuhkan minat anak terhadap seni pedalangan. Selain itu, para peserta juga mendapat pembinaan secara rutin melalui Sekolah Dalang yang diselenggarakan Bidang Kebudayaan Disdikbud Karawang setiap Sabtu dan Minggu.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah melestarikan seni pedalangan agar tidak punah melalui regenerasi. Selain itu, ini juga menjadi ajang silaturahmi para dalang muda, orang tua, dan para seniman di Kabupaten Karawang,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal, khususnya seni pedalangan dan berbagai kesenian tradisional khas Karawang.
“Kami ingin anak-anak semakin mencintai budaya daerahnya sendiri. Regenerasi harus terus berjalan agar seni pedalangan tetap hidup dan berkembang di Karawang,” ujar Waya.
Waya juga mengaku terkesan dengan kemampuan para peserta yang tampil dalam perlombaan. Menurutnya, potensi dalang cilik di Karawang sangat menjanjikan karena banyak anak mampu menunjukkan bakat dan kepercayaan diri meski baru belajar dalam waktu singkat.
“Potensinya luar biasa. Bahkan ada anak yang baru sekitar enam bulan belajar sudah berani tampil di depan banyak orang. Ini menunjukkan mereka memiliki kecerdasan dan mental yang sangat baik,” ucapnya.
Editor : Frizky Wibisono