get app
inews
Aa Text
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas

Terapkan Pertanian Terpadu, Mahasiswa Bersama KWT PEKKA Perkuat Ketahanan Pangan di Telagasari

Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:14 WIB
header img
Terapkan Pertanian Terpadu, Mahasiswa Bersama KWT PEKKA Perkuat Ketahanan Pangan di Telagasari. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.idMahasiswa dan dosen Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) PEKKA Desa Cadaskertajaya menerapkan sistem pertanian terpadu atau Integrated Farming System (IFS) melalui budidaya ikan lele yang dipadukan dengan pemanfaatan slurry sebagai pupuk organik.

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tersebut dilaksanakan di kolam budidaya dan lahan pertanian milik KWT PEKKA Desa Cadaskertajaya, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan melibatkan mahasiswa Program Studi Agribisnis, dosen pembimbing, serta anggota KWT PEKKA. Rangkaian program diawali dengan sosialisasi konsep Integrated Farming System, dilanjutkan penebaran bibit ikan lele dan demonstrasi pengolahan slurry hasil budidaya menjadi pupuk organik.

Dalam sistem tersebut, budidaya ikan lele tidak hanya menghasilkan komoditas perikanan, tetapi juga menghasilkan slurry yang dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk menyuburkan tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, dan singkong di sekitar kolam.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Fatimah Azzahra, mengatakan konsep pertanian terpadu menjadi salah satu inovasi yang mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan.

“Melalui penerapan Integrated Farming System, kami berharap masyarakat, khususnya ibu-ibu KWT, dapat memanfaatkan hasil budidaya secara lebih efisien dan berkelanjutan. Integrasi antara sektor perikanan dan pertanian ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat Desa Cadaskertajaya,” ujar Fatimah, Selasa (4/8/2026).

Selain memberikan edukasi mengenai teknik budidaya ikan lele, tim PKM juga mendampingi anggota KWT dalam mengolah slurry menjadi pupuk organik. Langkah ini dilakukan agar limbah budidaya dapat dimanfaatkan kembali untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah budidaya bukan sesuatu yang harus dibuang. Jika dikelola dengan baik, slurry justru dapat menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman dan menekan biaya produksi pertanian,” tambah Fatimah.

Menurutnya, penerapan sistem pertanian terpadu mampu menciptakan siklus produksi yang lebih efisien karena limbah dari sektor perikanan dimanfaatkan kembali untuk mendukung sektor pertanian. Dengan demikian, produktivitas meningkat, biaya produksi dapat ditekan, dan aktivitas pertanian menjadi lebih ramah lingkungan.

Program ini diharapkan dapat menjadi model pertanian terpadu yang diterapkan secara berkelanjutan oleh KWT PEKKA Desa Cadaskertajaya. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan perekonomian desa, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek ketahanan pangan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta pelestarian lingkungan.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut