Lantik Ratusan ASN Karawang, Bupati Aep Ingatkan Jabatan Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Bupati Karawang Aep Syaepuloh melantik sebanyak 254 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang, Senin (3/8/2026).
Dari total ASN yang dilantik, sebanyak 191 orang merupakan pengangkatan pertama dari Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi PNS, 25 orang menerima kenaikan Jabatan Fungsional, dan 38 orang diangkat melalui perpindahan dari jabatan lain ke Jabatan Fungsional.
Dalam kesempatan yang sama, Aep juga melantik tiga pejabat struktural dan kepala puskesmas yang sebelumnya belum dilantik karena masih menunggu rekomendasi dari instansi berwenang.
Ketiga pejabat tersebut yakni Rohyadi yang berpindah dari jabatan Kepala Bagian RSUD Rengasdengklok menjadi Sekretaris Kecamatan Lemahabang, Maesaroh yang dipercaya menjadi Kepala Puskesmas Tanjungpura menggantikan Rohyadi, serta Iyan Handayani yang mengisi jabatan yang ditinggalkan Maesaroh.
Pelantikan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Bupati Aep untuk mengingatkan seluruh ASN agar menjalankan amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab dan menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dalam sambutannya, Aep meminta seluruh ASN yang baru dilantik segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawabnya serta mendukung percepatan program pembangunan daerah pada 2026.
“Saya ingin kehadiran bapak dan ibu seperti angin. Wujudnya memang tidak terlihat, tetapi manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Jangan sampai kita menjabat, tetapi masyarakat tidak merasakan kehadiran pemerintah,” tegas Aep.
Menurutnya, kolaborasi antaraparatur menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan. Ia mengingatkan agar semangat bekerja bersama tidak hanya menjadi slogan, melainkan diwujudkan dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Kebijakan yang hari ini kami lakukan harus benar-benar dilaksanakan dengan baik. Saya berharap seluruh ASN mampu berkolaborasi dan bekerja bersama, bukan hanya menjadikan kolaborasi sebagai slogan,” ujarnya.
Aep mengaku melihat perubahan budaya kerja di lingkungan Pemkab Karawang yang dinilai semakin positif. Ia meminta seluruh ASN terus meningkatkan kompetensi agar kualitas pelayanan publik semakin baik.
“Saya melihat perubahan yang sangat luar biasa. ASN Karawang sudah mulai berubah menjadi lebih baik. Pertahankan semangat ini dan terus tingkatkan kompetensi agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal,” katanya.
Bupati juga meminta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Dinas PRKP hingga Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, terus menghadirkan inovasi pelayanan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pihak dengan pendekatan pentahelix.
Dalam kesempatan tersebut, Aep turut memaparkan sejumlah program prioritas yang telah direalisasikan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah kepada masyarakat. Salah satunya penyediaan Lembar Kerja Siswa (LKS) gratis bagi siswa kelas 1 SD hingga kelas 3 SMP.
“Itu adalah janji politik yang kami tunaikan. Tidak ada yang tidak bisa kalau kita memiliki komitmen dan bekerja bersama,” ungkapnya.
Selain sektor pendidikan, Pemkab Karawang juga terus memperkuat layanan kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC) agar masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan sesuai ketentuan.
Aep menegaskan berbagai capaian tersebut merupakan hasil komitmen pemerintah daerah dalam mengelola anggaran secara efektif dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Ia juga menyinggung keberhasilan penataan kawasan Cikampek yang sebelumnya dinilai sulit diwujudkan.
“Banyak yang dulu meragukan Cikampek bisa ditata. Hari ini perubahan itu sudah bisa dirasakan masyarakat,” katanya.
Ke depan, Pemkab Karawang akan melanjutkan sejumlah proyek strategis, di antaranya pengembangan kawasan bersejarah Rengasdengklok, pembangunan Puskesmas Kotabaru, peningkatan fasilitas kesehatan di Jatisari, serta pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Aep menjelaskan langkah efisiensi birokrasi, termasuk penggabungan sejumlah perangkat daerah dan penyederhanaan struktur organisasi, dilakukan agar anggaran lebih efektif sehingga dapat mendukung peningkatan pelayanan publik sekaligus kesejahteraan ASN.
“Saya melakukan efisiensi bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi agar anggaran bisa lebih efektif dan manfaatnya kembali kepada masyarakat serta mendukung kesejahteraan ASN,” tandasnya.
Menutup arahannya, Aep kembali mengingatkan bahwa setiap jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata.
“Laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Jadilah aparatur yang memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kehadiran kita harus dirasakan seperti angin, tidak terlihat tetapi membawa manfaat dan kesejukan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono