Dinkes Karawang Perkuat 12.000 Kader Kesehatan, Didorong Aktif Deteksi Masalah Kesehatan
KARAWANG, iNEWSKarawang.id — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang memperkuat peran kader kesehatan melalui program Posyandu Naik Kelas. Kader tidak lagi hanya membantu pelayanan, tetapi juga didorong menjadi penggerak, pendeteksi masalah kesehatan, dan penghubung masyarakat dengan tenaga kesehatan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Karawang, Nurmala Hasanah, mengatakan saat ini terdapat sekitar 12.000 kader kesehatan yang tersebar di 2.400 Posyandu di Kabupaten Karawang.
Menurutnya, kader memiliki posisi penting karena berada paling dekat dengan masyarakat dan dapat membantu tenaga kesehatan menemukan persoalan kesehatan sejak dini.
“Kader ini sebagai matanya, sebagai telinganya tenaga kesehatan. Mereka yang paling dekat dengan masyarakat dan biasanya lebih tahu permasalahan yang ada di masyarakat,” kata Nurmala, Selasa (22/9/2026).
Melalui Posyandu Naik Kelas, kader dibekali kemampuan untuk melakukan deteksi awal berbagai persoalan kesehatan melalui pendataan sederhana menggunakan formulir atau kuesioner.
Data dan temuan di lapangan kemudian dicatat dan dilaporkan kepada tenaga kesehatan untuk mendapatkan tindak lanjut. Kader juga berperan memberikan edukasi kepada masyarakat berdasarkan informasi yang diberikan tenaga kesehatan.
“Kita ingin kader ini cakap, aktif, berbasis data dan terhubung dengan jejaring di wilayahnya,” ujarnya.
Selain melakukan deteksi awal, kader diarahkan menjadi penghubung masyarakat dengan Puskesmas, Pustu maupun Posyandu. Mereka juga didorong membangun jejaring dengan pemerintah desa, kelurahan, PKK, serta berbagai sektor terkait.
Peran kader juga diperluas melalui pendampingan keluarga. Mereka dapat melakukan kunjungan rumah, menyisir sasaran Posyandu yang tidak hadir, mendampingi penderita penyakit tertentu, hingga membantu tenaga kesehatan memantau kehamilan berisiko.
Dinkes Karawang secara bertahap meningkatkan kapasitas sekitar 12.000 kader melalui literasi kesehatan, webinar, dan pelatihan daring. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam menjalankan tugas di masyarakat.
Nurmala menyebut terdapat 25 keterampilan yang perlu dikuasai kader kesehatan. Kader juga diharapkan mampu menjadi komunikator dan edukator kesehatan di lingkungannya.
“Kita terus berupaya meningkatkan kemampuan mereka dengan memberikan literasi-literasi terkait kesehatan, supaya kader ini menjadi cakap,” katanya.
Selain peningkatan kapasitas, Dinkes Karawang juga memberikan apresiasi kepada kader kesehatan yang menunjukkan prestasi. Tahun ini, Kader Posyandu Mawar 5 Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur, berhasil meraih juara tiga tingkat Provinsi Jawa Barat.
Dukungan juga diberikan Pemerintah Kabupaten Karawang melalui uang saku bagi sekitar 12.000 kader kesehatan. Tahun ini, anggaran yang disiapkan mencapai Rp14,4 miliar.
Nurmala berharap dukungan tersebut dapat meningkatkan motivasi kader untuk aktif menjalankan perannya di tengah masyarakat.
“Kami berharap kader semakin aktif melakukan edukasi, kunjungan rumah, skrining, serta membantu memperkuat pendataan dan pemantauan masalah kesehatan di wilayah masing-masing,” pungkasnya.
Editor: Frizky Wibisono