Tawuran Berdarah di Karawang, Lima Jari Pelajar SMK Putus Akibat Sabetan Sajam
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Tawuran antarpelajar kembali memakan korban di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Seorang pelajar SMK berinisial MR (18) mengalami luka berat setelah pergelangan tangan kanannya disabet senjata tajam hingga menyebabkan lima jarinya putus dalam bentrokan yang terjadi di Jalan Raya Pancawati, Desa Pancawati, Kecamatan Klari, Senin (20/7/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.
Peristiwa tersebut terekam dalam video yang beredar luas di media sosial. Dalam rekaman, tampak dua remaja saling menyerang menggunakan senjata tajam di tengah jalan, hingga membuat warga sekitar panik.
Akibat serangan itu, korban terkapar bersimbah darah dengan luka serius di bagian tangan kanan. Warga bahkan menemukan potongan pergelangan tangan korban yang terputus di badan jalan.
Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas IPDA Cep Wildan mengatakan, pihaknya langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan adanya dugaan tawuran antarkelompok remaja.
"Setelah menerima informasi, personel Polsek Klari bersama Satreskrim Polres Karawang segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, meminta keterangan saksi, serta melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas para pelaku," kata Wildan, Rabu (22/7/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diketahui datang ke lokasi bersama sejumlah rekannya yang diduga hendak melakukan tawuran dengan kelompok lain.
"Saat bentrokan terjadi, korban mengalami luka berat akibat sabetan senjata tajam pada bagian pergelangan tangan kanan," ujar Cep Wildan.
Usai kejadian, MR langsung dievakuasi oleh rekan-rekannya ke Rumah Sakit Fikri untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, warga yang menemukan bagian tangan korban di lokasi segera mengamankannya dan menyerahkannya ke pihak rumah sakit untuk kepentingan tindakan medis.
Hingga kini, identitas para pelaku dari kelompok lawan masih dalam penyelidikan. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, mengumpulkan barang bukti, serta berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Satreskrim Polres Karawang guna mengungkap seluruh pihak yang terlibat.
"Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari. Tawuran tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi menimbulkan korban jiwa maupun luka berat. Polres Karawang berkomitmen menindak tegas setiap bentuk aksi kekerasan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat," tegas Wildan.
Saat ini, kasus tawuran berdarah tersebut masih ditangani Satreskrim Polres Karawang bersama Polsek Klari. Polisi terus memburu para pelaku serta mendalami motif dan kronologi kejadian untuk proses hukum lebih lanjut.
Editor : Frizky Wibisono