Ada Apa di Gudang Genesis? Misteri Jutaan Kutu Beras yang Bikin Bulog dan Pemkab Saling Silang!
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Perbedaan pendapat muncul antara Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Karawang dengan Perum Bulog terkait dampak kemunculan kutu beras di gudang penyimpanan Bulog di Kawasan Pergudangan Genesis, Kelurahan Tunggakjati, Kecamatan Karawang Barat.
DPKPP menyebut kutu berasal dari beras yang tersimpan di dalam gudang dan berpotensi menurunkan kualitas komoditas, sedangkan Bulog memastikan hama tersebut tidak terdapat dalam beras sehingga stok tetap aman.
Kepala DPKPP Karawang, Rohman, mengatakan kesimpulan tersebut diperoleh setelah pihaknya melakukan peninjauan lapangan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Perum Bulog.
“Ya memang kutu itu berasal dari berasnya. Jadi itu kan kutu beras, asalnya dari beras itu sendiri,” kata Rohman saat ditemui di area Pemda Karawang, Senin,(6/7/2026).
Menurut Rohman, keberadaan kutu pada beras tidak bisa dianggap sepele karena dapat memengaruhi kualitas komoditas. Namun, untuk memastikan apakah beras masih layak dikonsumsi, diperlukan pengujian laboratorium.
“Di laboratorium nanti akan diketahui layak atau tidaknya untuk dikonsumsi. Kalau memang sudah bubuk dimakan kutu, jelas tidak bisa dikonsumsi dan pasti kualitas maupun kuantitas beras itu sendiri turun,” ujarnya.
Rohman menegaskan, hasil uji laboratorium menjadi dasar untuk menentukan keamanan pangan sebelum beras didistribusikan kepada masyarakat.
“Kalau sudah ada kontaminasi hama, tentu harus dibuktikan secara ilmiah. Jangan sampai kita menyimpulkan aman atau tidak tanpa hasil pemeriksaan laboratorium,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Andi Afdal, menyampaikan pandangan berbeda. Ia menjelaskan hama yang ditemukan merupakan hama sekunder komoditas yang tidak menyerang butiran beras.
“Dia tidak merusak komoditasnya, tidak merusak berasnya, jadi berasnya aman. Hama itu hanya berada di bagian samping atau pecahan beras karena kondisi lingkungan gudang,” kata Andi saat meninjau ke Gudang, pada Sabtu,(4/7/2026).
Menurutnya, kompleks Pergudangan Genesis saat ini menyimpan sekitar 102 ribu ton beras dan yang kedapatan berkutu di gudang yang berkapasitas 30 ribu ton.
Untuk mencegah perkembangan hama, Kata Andi, Bulog secara rutin melaksanakan Program Pemberantasan Hama Gudang Terpadu (PHGT), termasuk menjaga kebersihan gudang, melakukan fumigasi setiap tiga bulan, serta penyemprotan insektisida setiap bulan.
“Fumigasi kami lakukan rutin setiap tiga bulan sekali. Selain itu ada penyemprotan setiap bulan untuk memastikan tidak ada perkembangan kutu di gudang,” jelasnya.
Andi menambahkan, kutu Tribolium yang ditemukan lebih banyak mencari tempat bernaung dan tertarik pada area yang terang sehingga terlihat keluar dari gudang.
“Hama ini sedang mencari tempat. Karakteristiknya memang tertarik pada lokasi yang terang, bukan masuk untuk merusak komoditas beras,” tandasnya.
Editor : Frizky Wibisono