Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Polres Karawang Ungkap Kronologi dan Titik Kumpul Rombongan LGBT Sebelum Pesta Gay di TNM
Advertisement . Scroll to see content

Buntut Pesta Gay di TNM, Ratusan Massa Kepung Kantor Bupati Karawang: Tutup Permanen!

Rabu, 10 Juni 2026 | 13:45 WIB
  • author Gelar Maulana Media
Buntut Pesta Gay di TNM, Ratusan Massa Kepung Kantor Bupati Karawang: Tutup Permanen!
Buntut Pesta Gay di TNM, Ratusan Massa Kepung Kantor Bupati Karawang, Desak Ditutup Permanen. Foto : iNewskarawang.id/Gelar Maulana Media

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Buntut viralnya pesta gay Karawang di tempat hiburan malam (THM) Theatre Night Mart (TNM), ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Karawang (AMK) menggeruduk Kantor Bupati Karawang, Rabu (10/6/2026).

Dalam aksi tersebut, massa mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mengambil langkah tegas dengan menutup permanen Theatre Night Mart. Mereka menilai keberadaan THM tersebut telah menimbulkan banyak mudarat, keresahan, serta berbagai pelanggaran yang berulang.

Massa yang terdiri dari organisasi Islam, tokoh agama, ulama, organisasi kemasyarakatan, dan elemen masyarakat itu menyuarakan penolakan terhadap keberadaan tempat hiburan malam yang dinilai tidak sejalan dengan nilai religius dan budaya masyarakat Karawang.

Koordinator aksi, K.H. Ahmad Ruhyat Hasby, menegaskan tuntutan penutupan permanen Theatre Night Mart didasarkan pada rentetan persoalan yang terjadi sejak tempat tersebut mulai beroperasi.

Menurutnya, Theatre Night Mart sejak awal sudah menuai penolakan masyarakat karena persoalan perizinan. Bahkan, tempat hiburan malam itu pernah dipersoalkan karena beroperasi saat legalitasnya belum lengkap dan sempat ditutup sementara.

Kini, kata dia, Theatre Night Mart kembali menjadi sorotan setelah viralnya pesta gay yang berlangsung di lokasi tersebut.

“Kami menolak tempat hiburan malam yang menyediakan kemaksiatan. Karawang adalah kota santri, daerah yang memiliki sejarah panjang perjuangan dan keagamaan. Karena itu kami tidak rela Karawang dirusak oleh pihak yang hanya mengejar keuntungan semata,” tegas Ruhyat di hadapan massa aksi.

Ruhyat menegaskan pihaknya mendukung langkah pemerintah apabila berani mengambil keputusan menutup permanen Theatre Night Mart.

“Kami bersama Bupati Karawang apabila memang ingin menutup permanen tempat hiburan malam tersebut. Namun jika tidak ada tindakan tegas, masyarakat jangan disalahkan apabila bergerak sendiri menuntut penutupan tempat itu,” katanya.

Ia menilai berbagai persoalan yang terus muncul menunjukkan keberadaan THM tersebut lebih banyak menimbulkan dampak negatif dibandingkan manfaat.

“Dulu sudah pernah didemo karena keberadaannya dekat dengan Masjid Agung. Kemudian didemo lagi karena perizinannya belum lengkap tetapi sudah beroperasi. Sempat ditutup sementara, lalu buka kembali. Sekarang muncul lagi kegaduhan akibat pesta gay yang viral. Karena itu kami menilai sudah cukup alasan bagi pemerintah untuk menutup permanen tempat tersebut,” ujarnya.

AMK juga menegaskan tidak lagi menginginkan penutupan sementara. Mereka meminta pemerintah mengambil keputusan final agar persoalan serupa tidak kembali terulang.

“Kalau hanya ditutup sementara, lalu beroperasi lagi dan kembali menimbulkan persoalan, tentu masyarakat akan terus resah. Kami meminta pemerintah mengambil keputusan tegas dengan menutup permanen Theatre Night Mart,” tegas Ruhyat.

Selain mendesak penutupan permanen, massa juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus pesta gay tersebut, termasuk menelusuri peran pengelola dan pemilik usaha.

“Kami mengapresiasi Polres Karawang yang sudah mengamankan lima orang yang terlibat. Tetapi kami juga meminta pengelola dan pemilik tempat hiburan tersebut diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Karawang, K.H. Tajudin Noor, mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga Karawang dari berbagai bentuk kemaksiatan serta mempertahankan nilai-nilai religius yang menjadi identitas daerah.

“Kami datang dengan cara yang bermartabat untuk menyampaikan aspirasi. Harapan kami Karawang tetap menjadi daerah yang religius dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral,” kata Tajudin.

Usai berorasi, perwakilan massa diterima untuk berdialog dengan DPRD Karawang, Satpol PP Karawang, dan DPMPTSP Karawang guna menyampaikan tuntutan mereka secara langsung. Massa menegaskan tuntutan utama mereka adalah penutupan permanen Theatre Night Mart yang dinilai telah berulang kali memicu polemik dan keresahan di tengah masyarakat Karawang.

Editor: Frizky Wibisono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut