get app
inews
Aa Text
Read Next : Prabowo Segera Bangun Desa Nelayan di Miangas, Target Rampung 5 Bulan

Nelayan Karawang Menjerit, Biaya Melaut Naik Akibat Solar Mahal dan Rupiah Melemah

Kamis, 21 Mei 2026 | 23:26 WIB
header img
Nelayan Karawang Menjerit, Biaya Melaut Naik Akibat Solar Mahal dan Rupiah Melemah. (Foto : Istimewa).

KARAWANG, iNEWSKarawang.idNelayan di Desa Tanjungpakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang mengeluhkan kenaikan harga solar subsidi dan non-subsidi yang semakin memberatkan biaya operasional melaut. Kondisi tersebut diperparah dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang kini berada di kisaran Rp17.702 per dolar AS.

Seorang nelayan asal Tanjungpakis, Ali, mengatakan harga solar untuk kapal kecil kini mencapai sekitar Rp10 ribu per liter, naik dari sebelumnya Rp8 ribu per liter. Sementara untuk kapal berukuran besar di atas 30 GT, harga solar non-subsidi melonjak hingga Rp30 ribuan per liter.

“Dulu solar sekitar Rp6 ribu, sekarang Rp10 ribuan untuk kapal kecil. Kalau kapal besar di atas 30 GT itu lebih menjerit, yang biasanya Rp15 ribu sampai Rp18 ribu sekarang tembus Rp30 ribuan,” ujar Ali, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, kenaikan harga bahan bakar membuat biaya operasional nelayan semakin besar dan tidak sebanding dengan pendapatan yang diterima.

“Dampaknya sudah pasti ada, karena biaya operasional semakin banyak dan tidak seimbang dengan pendapatan,” katanya.

Ali mengaku hasil tangkapan ikan juga mengalami penurunan sekitar 30 persen dibanding sebelumnya. Kondisi itu terjadi karena nelayan kini tidak berani melaut terlalu jauh akibat mahalnya biaya bahan bakar.

“Hasil tangkapan turun karena jarak dan waktu melaut sekarang lebih singkat. Nelayan tidak berani melaut jauh karena membutuhkan lebih banyak solar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, situasi tersebut cukup ironis karena harga jual ikan saat ini justru sedang bagus. Namun, hasil tangkapan yang merosot membuat pendapatan nelayan tetap menurun.

“Sekarang harga jual lagi bagus, tapi hasil tangkapan malah merosot,” ucapnya.

Tak hanya solar, harga kebutuhan pokok yang dibawa saat melaut juga ikut naik sehingga semakin membebani para nelayan kecil.

“Selain solar, sembako yang dibawa untuk melaut juga ikut naik,” katanya.

Ali berharap pemerintah memberikan subsidi tambahan bagi nelayan, terutama untuk bahan bakar minyak dan bantuan lainnya agar kesejahteraan nelayan lebih diperhatikan.

“Kami berharap pemerintah memberikan subsidi lebih untuk nelayan supaya harga bahan bakar tidak melonjak. Nelayan ini masyarakat kecil yang harus diperhatikan kesejahteraannya,” pungkasnya.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut