get app
inews
Aa Text
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas

Perjuangan Anak Pedagang Bakso Keliling Raih Predikat Wisudawan Terbaik di UNSIKA

Selasa, 12 Mei 2026 | 18:26 WIB
header img
Rayfal, anak pedagang bakso keliling, sukses jadi wisudawan terbaik UNSIKA berkat KIP Kuliah dan perjuangan menempuh pendidikan. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Di balik toga dan senyum bangga saat wisuda, ada perjuangan panjang yang dilalui Rayfal Fahmi Paturohman. Putra seorang pedagang bakso keliling itu kini berhasil menyandang gelar Sarjana Olahraga (S.Or) sekaligus dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Program Studi Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika).

Kesuksesan Rayfal bukan diraih dari kehidupan yang serba berkecukupan. Ayahnya sehari-hari berjualan bakso keliling, sementara sang ibu hanya ibu rumah tangga. Kondisi ekonomi keluarga membuat pendidikan tinggi sempat terasa seperti mimpi yang sulit digapai.

“Background orang tua, ayah jualan bakso keliling dan ibu ibu rumah tangga,” kata Rayfal, Selasa (12/5/2026).

Namun keterbatasan ekonomi tidak membuatnya menyerah. Berbekal semangat dan dukungan guru, Rayfal mencoba peruntungan lewat program KIP Kuliah. Siapa sangka, ia justru menjadi satu-satunya siswa dari SMAN 1 Ciemas, Kabupaten Sukabumi, yang berhasil lolos program tersebut.

“Saya alhamdulillah yang lolos satu-satunya di sekolah saya. Guru BK mengarahkan untuk daftar KIP Kuliah, qodarullah Allah titipkan lolos,” ujarnya.

Kesempatan itu tidak disia-siakan. Selama kuliah di Unsika, Rayfal dikenal aktif dalam bidang akademik dan penelitian. Ia dipercaya menjadi asisten dosen di Program Studi Ilmu Keolahragaan dan mulai menekuni dunia ilmiah.

Namanya juga tercatat memiliki publikasi ilmiah di Google Scholar dan Sinta, capaian yang tidak banyak diraih mahasiswa sarjana.

Tak berhenti di situ, Rayfal berhasil menyelesaikan skripsi berjudul “Pengembangan Model Bungge Cord Training Pada Cabang Olahraga Bola Voli” dengan metode Research and Development (R&D). Hasil penelitiannya bahkan dibukukan.

“Alhamdulillah saya dapat menuntaskan skripsi dengan metode R&D dan luaran skripsi saya dibikin buku,” tuturnya.

Bagi Rayfal, pendidikan memang bukan jaminan kesuksesan. Namun pendidikan mampu membuka jalan dan memperbesar peluang untuk mengubah masa depan.

“Pendidikan memang tidak menjamin kesuksesan, tapi memperbesar kemungkinan untuk sukses,” pungkasnya.

Perjalanan Rayfal menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih prestasi. Dari perjuangan seorang ayah yang mendorong gerobak bakso keliling, lahir seorang wisudawan terbaik yang kini membawa harapan baru bagi keluarganya.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut