get app
inews
Aa Text
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas

Sidak WFH ke Disperindagkop, BKPSDM Karawang Temukan Hanya 1 ASN yang Patuh

Sabtu, 11 April 2026 | 12:37 WIB
header img
Sidak WFH ke Disperindagkop, BKPSDM Karawang Temukan Hanya 1 ASN yang Patuh. (Foto : Istimewa).

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karawang menemukan ketidaksesuaian dalam penerapan Work From Home (WFH) saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lingkungan Pemkab Karawang, Jumat (10/4/2026).

Sidak yang dipimpin Kepala BKPSDM Karawang, Jajang Jaenudin, menyasar sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) hingga puskesmas. Pemeriksaan dilakukan dengan menyusuri berbagai lokasi menggunakan sepeda motor sejak pagi hari.

Hasil sidak menunjukkan sebagian besar OPD telah menjalankan ketentuan WFH sesuai aturan. Namun, ketidaksesuaian ditemukan di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop-UKM).

Dari total 163 aparatur sipil negara (ASN) di dinas tersebut, hanya satu orang yang tercatat menjalankan WFH.

“Iya betul di Dinkop hanya seorang, karena tadi alasannya masih ada pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan harus di kantor,” ujar Jajang.

Ia menjelaskan, sidak ini merujuk pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800.1.5/3349/SJ Tahun 2026 serta Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 3 Tahun 2026 terkait pengaturan pola kerja ASN.

Atas temuan tersebut, BKPSDM memberikan sanksi berupa teguran sebagai langkah awal pembinaan. Jika pelanggaran serupa kembali terjadi, sanksi akan ditingkatkan berupa pemotongan tambahan penghasilan pegawai (TPP) sebesar 5 persen.

“Sanksinya hari ini sementara kita upayakan pembiasaan dulu,” katanya.

Selain mengecek kepatuhan terhadap skema WFH dan Work From Office (WFO), BKPSDM juga memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal di setiap instansi.

“Jadi kita tidak hanya mengecek kehadiran WFH-WFO, tapi juga memastikan pelayanan tetap berjalan. Misalnya di Disnaker terkait layanan tenaga kerja ke luar negeri, kita cek juga tetap berjalan meski WFH,” jelasnya.

Sementara itu, hasil pemantauan di puskesmas menunjukkan adanya penurunan jumlah kunjungan masyarakat pada siang hari. Kondisi ini diduga berkaitan dengan perubahan sistem kerja dari lima hari menjadi enam hari kerja.

“Memang ada penurunan jumlah pengunjung setelah zuhur. Mungkin masyarakat belum tahu atau lebih memilih datang pagi hari,” pungkasnya.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut