get app
inews
Aa Text
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas

Pelantikan Rektor UBP Karawang Diwarnai Demo Mahasiswa, Tuntut Evaluasi Kampus

Kamis, 09 April 2026 | 18:58 WIB
header img
Pelantikan Rektor UBP Karawang Diwarnai Demo Mahasiswa, Tuntut Evaluasi Kampus. Foto : iNewskarawang.id/Gelar Maulana Media

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Puluhan mahasiswa bersama organisasi kemahasiswaan (ormawa) Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang menggelar aksi bertajuk “Reformasi UBP” yang bertepatan dengan momentum pelantikan Rektor UBP periode 2026–2030 di kampus UBP Karawang, Kamis (9/4/2026). 

Aksi tersebut menjadi puncak dari gelombang protes mahasiswa adanya dugaan intimidasi dan kebijakan kampus yang dinilai meresahkan.

Sehari sebelumnya, Rabu (8/4/2026), lingkungan kampus dipenuhi poster bernada kritik yang tersebar di berbagai titik strategis, mulai dari gerbang hingga area perkuliahan. Poster tersebut memuat protes terhadap kebijakan kampus serta dugaan tindakan intimidasi terhadap mahasiswa.

Koordinator lapangan Aliansi Mahasiswa Pemuda Pangkal Perjuangan Karawang (AMPERA), Kelvin Hudqof Akbar, mengatakan aksi ini dipicu oleh dugaan intimidasi yang dialaminya saat hendak melakukan konsolidasi di area kampus UBP untuk membahas rencana aksi terkait salah satu isu di Cikampek.

Ia menjelaskan, sebelumnya aktivitas konsolidasi mahasiswa di kampus berjalan normal tanpa hambatan. Namun, situasi berubah ketika muncul dugaan intimidasi oleh oknum kampus, mulai dari gebrakan meja, ancaman pemukulan, hingga pelaporan ke pihak kepolisian.

“Secara historis, titik kumpul konsolidasi tidak pernah menjadi masalah. Konsolidasi hanya diskusi, bukan aksi yang mengancam kampus. Namun situasi berubah sejak adanya pergantian pimpinan,” ujar Kelvin, usai aksi unjuk rasa, Kamis (9/4/2026).

Kelvin menyebut, dugaan persoalan di internal kampus bukan hal baru. Ia mengklaim terdapat sejumlah kasus yang membuat mahasiswa merasa tidak nyaman, mulai dari intimidasi hingga ancaman penyebaran video.

“Sudah banyak mahasiswa yang merasa diintimidasi, bahkan ada ancaman penyebaran video terhadap mahasiswa yang berani melawan,” katanya.

Selain itu, ia juga menyinggung adanya dugaan hambatan dalam proses akademik mahasiswa, termasuk penundaan sidang yang disebut mencapai hingga dua tahun.

Tak hanya itu, Kelvin mengaku dirinya juga sempat menerima ancaman, baik secara fisik maupun verbal, terkait aktivitas mahasiswa.

Ia juga menilai kebijakan kampus saat ini cenderung membatasi ruang gerak organisasi, termasuk dalam pelaksanaan kegiatan dan akses terhadap fasilitas kampus.

Dalam tuntutannya, mahasiswa mendesak evaluasi terhadap sejumlah pihak kampus yang dianggap bermasalah, serta meminta agar kampus kembali menjadi ruang aman untuk berdiskusi dan berekspresi.

“Kami berharap pihak rektorat dapat menjadikan ormawa sebagai mitra, bukan sebagai pihak yang dianggap berseberangan,” tegasnya.

Kelvin memastikan akan melanjutkan langkah dengan mengirimkan surat resmi kepada pihak pembina dan rektorat. Jika tuntutan tidak direspons, mereka membuka kemungkinan untuk menggelar aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar.

“Kalau tidak ada respons, kami siap turun kembali dengan massa yang lebih besar,” pungkasnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi melalui pesan dan panggilan WhatsApp pada Kamis, (9/4/2026), Humas UBP Karawang Asep Darojatul Romli belum memberikan tanggapan resmi.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut