Ingin Dikembalikan ke Zaman Batu, Iran: AS Baru 250 Tahun Kami 7.000 Tahun, Cermin Ketidaktahuan!
NEW YORK, iNewsKarawang.id - Iran melontarkan respons keras atas ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ingin mengebom Iran hingga kembali ke zaman batu. Teheran menegaskan bahwa peradaban mereka telah berusia lebih dari 7.000 tahun yang berarti jauh melampaui usia Amerika Serikat yang baru sekitar 250 tahun.
Misi Iran untuk PBB menyebut ancaman tersebut bukan hanya menunjukkan ketidaktahuan tetapi juga berpotensi menjadi kejahatan perang karena peradaban panjang yang dimiliki tidak mungkin dihancurkan hanya dengan serangan militer.
“Ancaman eksplisit Presiden AS untuk ‘mengebom Iran hingga kembali ke zaman batu’ mencerminkan ketidaktahuan, bukan kekuatan,” bunyi pernyataan Misi Iran di PBB, dikutip Sabtu (4/4/2026).
“Dunia tetap berutang budi pada peradaban dan pengetahuan yang telah diberikan oleh para cendekiawan Iran kepada umat manusia selama ribuan tahun. Peradaban seperti itu tidak bisa dihancurkan dengan pengeboman."
Dalam pernyataan resminya di New York, Iran juga menilai ancaman Donald Trump melanggar hukum humaniter internasional dan Statuta Roma. Pernyataan keras itu disebut mencerminkan niat untuk melakukan kejahatan perang.
“Ancaman eksplisit Presiden AS untuk ‘mengebom Iran hingga kembali ke zaman batu’ mencerminkan ketidaktahuan, bukan kekuatan,” tulis pernyataan tersebut di media sosial X.
Sebelumnya, Trump dalam pidatonya di Gedung Putih pada Rabu (1/4/2026) menyatakan akan menggempur Iran habis-habisan. Ia bahkan sesumbar dapat melumpuhkan negara tersebut dalam waktu singkat.
“Kita membuat mereka kembali ke zaman batu, tempat mereka seharusnya berada,” ujar Trump.
Trump juga mengungkapkan target serangan berikutnya mencakup infrastruktur vital Iran, termasuk pembangkit listrik. Dia mengklaim operasi militer AS terhadap Iran hampir mencapai tujuan strategis setelah sekitar satu bulan pertempuran intensif.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar