Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Reaksi Dewan Pers Usai 3 Jurnalis Indonesia Ditahan Angkatan Laut Israel
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia Bakal Bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Donald Trump

Kamis, 22 Januari 2026 | 16:49 WIB
  • author Binti Mufarida/Boby
Indonesia Bakal Bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: AP

JAKARTA, iNewsKarawang.id - Langkah komitmen Indonesia dalam mendorong stabilitas kawasan Timur Tengah, khususnya Gaza, dipastikan Indonesia bakal bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

“Ya, kita akan bergabung kalau memang itu kita diminta untuk bergabung,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Menurut Prasetyo, ia akan memeriksa aspek formil dari keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza. Namun, secara prinsip, Presiden Prabowo Prabowo memiliki kehendak kuat untuk ikut berpartisipasi apabila hal itu dapat mempercepat terwujudnya perdamaian di Gaza.

“Secara formilnya nanti kami cek ya, formilnya ya. Tapi kalau secara, apa namanya, kehendak, tentunya Bapak Presiden akan mempertimbangkan untuk bergabung karena mementingkan tujuannya. Tujuannya adalah mempercepat proses perdamaian di Gaza,” katanya.

Namun sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan pembentukan sebuah badan bernama “Dewan Perdamaian Gaza”, yang disebut sebagai elemen kunci tahap kedua dari rencana perdamaian Gaza yang didukung Amerika Serikat.

Selain Indonesia, sejumlah negara juga bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza ini di antaranya Arab Saudi, Qatar, Turki, Mesir, Yordania, Pakistan dan Uni Emirat Arab (UEA). 

"Para Menteri Luar Negeri Republik Turkiye, Republik Arab Mesir, Kerajaan Hasyimiyah Yordania, Republik Indonesia, Republik Islam Pakistan, Negara Qatar, Kerajaan Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menyambut baik undangan yang disampaikan kepada para pemimpin mereka oleh Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian," tulis keterangan Kementerian Luar Negeri RI.

Editor: Boby

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut