Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dapat Remisi Lebaran, 3 Narapidana Lapas Karawang Langsung Bebas
Advertisement . Scroll to see content

Kota Industri Menuju Kiamat Ekologi, Kala Limbah Mengubah Wajah Karawang Menjadi Pucat Pasi

Minggu, 29 Maret 2026 | 22:08 WIB
  • author Iqbal Maulana Bahtiar
Kota Industri Menuju Kiamat Ekologi, Kala Limbah Mengubah Wajah Karawang Menjadi Pucat Pasi
Kota Industri Menuju Kiamat Ekologi, Kala Limbah Mengubah Wajah Karawang Menjadi Pucat Pasi. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Perubahan drastis warna air Sungai Cigembol di Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel yang menjadi putih pekat bukan sekadar persoalan pencemaran biasa. Fenomena ini dinilai sebagai sinyal awal menuju potensi bencana ekologi yang lebih besar di masa mendatang.

Anggota Yayasan ForkadasC+, Willy Firdaus, menyebut kondisi tersebut merupakan akumulasi panjang dari aktivitas industri yang tidak sepenuhnya ramah lingkungan. 

Limbah sludge paper dari pabrik kertas diduga menjadi penyebab utama, yang seharusnya diolah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), namun justru terbuang ke aliran sungai.

“Ini bukan kejadian sesaat. Kalau terus berulang, dampaknya bisa menjadi bencana ekologis yang serius. Kita sedang melihat tanda-tandanya sekarang,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Sludge paper termasuk dalam kategori limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) yang mengandung logam berat seperti merkuri (Hg). Jika terus mengendap di perairan dan tanah, zat ini berpotensi merusak ekosistem secara permanen dan sulit dipulihkan.

Ancaman paling nyata adalah rusaknya rantai makanan. Ikan yang hidup di perairan tercemar berisiko mengakumulasi logam berat dalam tubuhnya. Dalam jangka panjang, zat berbahaya itu dapat masuk ke tubuh manusia melalui konsumsi sehari-hari.

“Kalau merkuri terus menumpuk di tubuh ikan lalu dikonsumsi manusia, dampaknya bisa serius, bahkan lintas generasi. Ini bukan ancaman jangka pendek,” kata Willy.

Tak hanya itu, perubahan struktur atau morfologi sungai akibat aktivitas industri juga memperparah kondisi lingkungan. Aliran alami sungai berpotensi berubah menjadi jalur buangan limbah, yang pada akhirnya merusak keseimbangan ekosistem secara keseluruhan.

“Ketika sungai sudah kehilangan fungsi alaminya, maka pemulihannya akan jauh lebih sulit dan membutuhkan waktu sangat lama,” tambahnya.

Data ForkadasC+ sebelumnya bahkan menunjukkan sejumlah sungai di Karawang seperti Cikereteg, Cipagadungan, dan Cibodas telah berstatus tercemar berat sejak 2020. 

Kondisi ini memperkuat kekhawatiran bahwa kerusakan lingkungan di Karawang bukan lagi ancaman, melainkan proses yang sedang berlangsung.

Di sisi lain, alih fungsi kawasan hulu dari perbukitan menjadi kawasan industri turut mempercepat potensi krisis. Hilangnya daerah resapan dan penyangga ekosistem membuat daya dukung lingkungan semakin menurun.

“Kalau hulunya rusak dan sungainya tercemar, maka yang kita hadapi bukan hanya pencemaran, tapi krisis ekologis menyeluruh. Dampaknya bisa ke air bersih, kesehatan, bahkan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Willy juga menyoroti lemahnya pengawasan dan penindakan terhadap industri besar. Menurutnya, kepentingan investasi kerap membuat pelanggaran lingkungan tidak ditindak tegas.

“Kalau tidak ada ketegasan, maka pelanggaran akan terus berulang. Ini yang berbahaya karena dampaknya akumulatif dan sulit dikendalikan,” ujarnya.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, Karawang berpotensi menghadapi bencana ekologi dalam beberapa tahun ke depan, di mana sungai-sungai tak lagi layak digunakan, tanah kehilangan kesuburannya, dan kesehatan masyarakat terancam secara sistemik.

Fenomena Sungai Cigembol yang memutih hari ini menjadi peringatan keras. “Ini alarm bagi kita semua. Kalau tidak ada perubahan sekarang, maka kita hanya tinggal menunggu dampak yang lebih besar di masa depan,” pungkasnya.

Editor: Frizky Wibisono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut