Disdikbud Karawang Bakal Sulap Eks Kantor Kewedanaan Rengasdengklok Jadi Museum Sejarah
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang angkat suara terkait kondisi bangunan eks Kantor Kewedanaan Rengasdengklok yang tidak terawat.
Diungkapkan Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Karawang, Waya Karmila, pihaknya telah melakukan koordinasi serta melaporkan kondisi bangunan bersejarah tersebut kepada sejumlah pihak terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Menurutnya, Disdikbud berencana mengirimkan surat kepada Bupati Karawang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX, serta Kementerian Kebudayaan RI guna meminta bantuan penanganan.
“Kita akan minta bantuan ke Kemenbud RI, BPK 9, dan Bupati. Suratnya sudah ada, tinggal dikirim. Nanti bagaimana tindak lanjutnya dari PUPR dan arahan dari Bupati,” kata Waya, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya pihaknya juga telah melaporkan kasus pencurian bagian bangunan yang terjadi di lokasi tersebut sejak Maret 2025. Namun hingga saat ini belum ada arahan lebih lanjut terkait langkah penanganan berikutnya.
“Pencurian sudah dilaporkan dari Maret 2025, tapi karena tidak ada arahan, kita belum bisa menindaklanjuti lebih jauh,” ujarnya.
Waya menambahkan, secara kewenangan Bidang Kebudayaan Disdikbud hanya bertugas dalam pengelolaan, perlindungan, pengembangan, serta pemanfaatan situs cagar budaya. Sementara untuk pembangunan maupun perbaikan fisik bangunan berada pada kewenangan instansi lain.
“Untuk perbaikan atau pembangunan bukan di kewenangan kami. Jadi kami hanya melaporkan kondisi yang ada,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat ada rencana menjadikan eks Kantor Kewedanaan Rengasdengklok sebagai museum. Bahkan dokumen perencanaan teknis atau Detail Engineering Design (DED) untuk museum tersebut telah disusun.
Namun rencana tersebut belum terealisasi karena adanya perubahan kebijakan serta keterbatasan anggaran.
“Sebenarnya dulu ada wacana dijadikan museum dan DED-nya sudah ada. Tapi kemudian ada perubahan dan sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” ucapnya.
Meski demikian, Waya menilai bangunan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai museum sejarah, mengingat lokasinya yang berdekatan dengan Tugu Kebulatan Tekad, salah satu situs penting dalam sejarah peristiwa Rengasdengklok.
“Potensinya bagus kalau dijadikan museum karena lokasinya dekat dengan tugu. Jadi wisatawan yang datang bisa sekalian mengunjungi keduanya,” katanya.
Saat ini pengawasan bangunan eks Kantor Kewedanaan Rengasdengklok dilakukan oleh satu orang juru pelihara yang bertugas menjaga area dari pagi hingga sore hari.
Disdikbud Karawang berharap adanya arahan lebih lanjut dari pimpinan daerah agar upaya pelestarian bangunan bersejarah tersebut dapat segera dilakukan.
Editor : Frizky Wibisono