get app
inews
Aa Text
Read Next : Momen Hangat Prabowo Bersama Presiden Putin di Parade militer China

Pria Ini Hidup Kembali, Setelah Jantungnya Berhenti Berdetak 40 Jam

Selasa, 28 April 2026 | 21:53 WIB
header img
Ilustrasi seorang pria di China "hidup kembali" setelah jantungnya berhenti berdetak 40 jam. Foto: Reuters

JAKARTA, iNewsKarawang.id - Setelah jantungnya berhenti berdetak selama 40 jam, seorang pria di China membuat heboh karena "hidup kembali".

Kejadian ajaib itu viral di media sosial, memicu perbincangan netizen.

Kasus ini terungkap setelah dokter gawat darurat Rumah Sakit Fakultas Kedokteran Universitas Zhejiang, Lu Xiao, mengunggah di akun media sosial mengenai peristiwa itu. Lu menjelaskan, pria 40 tahun itu mengalami serangan jantung sehingga detak jantung berhenti setelah beberapa kali menjalani defibrilasi listrik.

Kemudian tim medis melakukan oksigenasi membran ekstrakorporeal (ECMO) terhadap pria yang tak disebutkan identitasnya itu. Hasilnya menggembirakan, pasien pulih meski jantungnya berhenti berdetak selama hampir 2 hari.

Setelah detak jantung pria itu pulih, dia terus menjalani perawatan ECMO selama sekitar 10 hari.

Pasien tersebut kemudian pulih setelah 20 hari, berjalan keluar rumah sakit sendirian dan tidak mengalami efek samping. Lu menyebutkan, biasanya pasien yang menerima EMCO mengalami efek samping, di antaranya stroke, gagal ginjal, serta masalah mental seperti kecemasan dan depresi.

Tak heran jika Lu menyebut hasil tersebut sebagai sebuah keajaiban.

“Pasien itu beruntung. Setiap perawatan yang berhasil bergantung pada perkembangan medis, ketekunan staf, dan keberuntungan,” ujarnya, seperti dikutip dari South China Morning Post (SCMP), Selasa (28/4/2026).

Kasus ini memicu diskusi hangat netizen media sosial.

“Pria itu sangat beruntung karena menerima perawatan tepat waktu, jika tidak, bahkan ECMO pun tidak dapat menyelamatkan nyawanya,” kata netizen.

ECMO merupakan alat bantu kehidupan, bertindak sebagai jantung dan paru-paru buatan. Alat ini bekerja dengan menambah oksigen serta menghilangkan karbon dioksida dari darah pasien gagal organ. Mesin ini kerap digunakan pada pasien serangan jantung atau mereka yang menjalani transplantasi jantung dan paru-paru.

Tahun lalu, seorang perempuan 53 tahun di Provinsi Hubei, diselamatkan setelah jantungnya berhenti berdetak 5 jam.

Kemudian pada 2022, Rumah Sakit Rakyat No 1 Yancheng, Provinsi Jiangsu, mengumumkan berhasil menyelamatkan seorang perempuan 36 tahun menggunakan mesin ECMO setelah jantungnya berhenti selama 96 jam.

Menurut rumah sakit, ECMO bisa meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien henti jantung hingga 50 persen, dibandingkan 1 persen menggunakan CPR konvensional.

Editor : Boby

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut