Usai Nobar Bola, Rombongan Remaja Konvoi Diduga Rusak Pagar SMPN 2 Telukjambe Timur
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Usai nonton bareng pertandingan sepak bola, segerombolan remaja diduga melakukan konvoi dan merusak pagar SMP Negeri 2 Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Senin (9/3/2026) malam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan remaja tersebut melintas di sekitar Jalan Bharata Raya, Telukjambe Timur. Dalam konvoi tersebut, sebagian dari mereka diduga merusak bagian pagar depan SMPN 2 Telukjambe Timur.
Dari kelompok remaja itu diduga berasal dari SMP Negeri 1 Telukjambe Timur serta sejumlah alumni sekolah tersebut.
Saat di konfirmasi, Kepala SMPN 2 Telukjambe Timur, Suri Andana membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, ia memastikan kerusakan yang terjadi tidak terlalu parah.
“Tidak ada kerusakan berat, hanya bagian gerbang depan saja. Material Glass Reinforced Concrete (GRC) pada pagar patah,” ujar Suri, Selasa (10/3/2026).
Ia menambahkan, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan SMPN 1 Telukjambe Timur untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Telukjambe Timur, Suryono mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dalam aksi tersebut.
“Ya, kami sedang menangani dan menelusuri siapa saja pelakunya. Untuk sementara yang terindikasi banyak melibatkan alumni sekolah kami,” kata Suryono.
Menurutnya, rombongan tersebut melakukan konvoi setelah menonton pertandingan sepak bola antara Persib Bandung melawan Persik Kediri. Meski demikian, ia menegaskan tidak semua yang terlibat merupakan siswa aktif di sekolahnya.
“Katanya setelah nonton Persib, tapi tidak semuanya siswa kami. Justru yang banyak terindikasi alumni. Saat ini kami masih menggali informasi yang sebenarnya, jadi belum bisa memberikan konfirmasi secara detail,” jelasnya.
Suryono menegaskan, pihak sekolah akan memberikan sanksi sesuai tingkat kesalahan apabila terbukti ada siswa yang terlibat dalam perusakan tersebut.
“Insya Allah setelah proses pemeriksaan dan konfirmasi selesai, kami akan memberikan sanksi kepada siswa yang terlibat sesuai tingkat kesalahannya. Termasuk kami juga akan menghubungi sekolah asal alumni yang terlibat,” pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono