Konflik Global Memanas, Kepulangan Jamaah Umrah di Karawang Alami Penundaan
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Sejumlah penerbangan umrah dengan rute transit mengalami penundaan akibat konflik antarnegara yang berdampak pada jalur penerbangan internasional.
Rafiudin Firdaus, Owner Sanema Tour sekaligus Wakil Ketua Umum Bersathu (Kebersamaan Pengusaha Haji dan Umrah Pusat) mengatakan penundaan tersebut berdampak pada kepulangan dan keberangkatan jamaah.
“Sudah terasa dampaknya, terjadi penundaan kepulangan karena penerbangan tidak bisa melintas di area terdampak,” ujar Rafiudin, Kamis (5/3/2026).
Ia menyebutkan, jamaah yang masih berada di Arab Saudi tetap terlayani dari sisi akomodasi dan konsumsi sambil menunggu jadwal penerbangan berikutnya. Namun, ia meminta pemerintah segera melakukan komunikasi intens dengan kementerian dan pihak terkait agar proses pemulangan jamaah bisa dipercepat.
“Kami berharap ada komunikasi intens antara pemerintah, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Perhubungan agar jamaah yang belum pulang bisa segera dipulangkan,” katanya.
Selain kepulangan jamaah, kondisi ini juga berpotensi berdampak pada keberangkatan jamaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat, terutama pada momen akhir Ramadan yang tidak bisa digeser.
Menurutnya, penyelenggara umrah telah membayarkan berbagai komponen perjalanan seperti tiket, visa, hotel, dan layanan lainnya. Jika terjadi pembatalan atau penundaan tanpa kepastian, hal itu dinilai dapat mengganggu arus kas perusahaan travel.
“Kalau satu grup 30 orang dengan biaya sekitar Rp30 juta per jamaah, itu hampir Rp1 miliar yang sudah dibayarkan. Kalau ada beberapa grup, nilainya bisa miliaran. Ini sangat mengganggu cashflow,” jelasnya.
Ia mengusulkan adanya solusi seperti perpanjangan masa berlaku visa, pengaturan ulang jadwal, serta mekanisme pengembalian dana dari maskapai dan penyedia layanan. Rafiudin menegaskan, kepastian regulasi diperlukan agar tidak terjadi polemik antara jamaah dan pihak travel.
“Kami butuh kepastian hukum agar travel dan jamaah sama-sama terlindungi,” tegasnya.
Editor : Frizky Wibisono