get app
inews
Aa Text
Read Next : Satresnarkoba Polres Karawang Ungkap Peredaran Sabu 120 Gram di Banyusari

Pemprov Jabar Tunda Pembangunan SMA/SMK Negeri di Karawang, Lahan Hibah Dinilai Rawan Banjir

Jum'at, 30 Januari 2026 | 22:16 WIB
header img
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSKarawang.idGubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membeberkan alasan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) batal merealisasikan pembangunan SMA/SMK Negeri baru di Kabupaten Karawang pada tahun 2026 meski Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang telah mengibahkan dua bidang tanah di Kecamatan Cilamaya Kulon dan Pangkalan.

Dedi mengatakan, janjinya untuk membangun SMA/SMK negeri baru di Karawang memang ditunda. Menurutnya, penundaan tersebut disebabkan lokasi lahan yang disiapkan Pemkab Karawang dinilai tidak memenuhi syarat kelayakan, terutama karena berada di area persawahan dan memiliki potensi bencana banjir.

Hal tersebut disampaikan Dedi dalam video yang diunggah di akun instagram resminya, Jumat (30/1/2026). Dedi menyebut bahwa pembangunan sekolah tidak bisa dilakukan secara terburu-buru tanpa mempertimbangkan faktor keselamatan dan keberlanjutan.

“Kami sampaikan bahwa pembangunan SMA dan SMK di Karawang ditunda pada 2026 karena areal tanah untuk pembangunannya merupakan kawasan persawahan dan memiliki potensi banjir. Untuk itu, pembangunan ditunda sampai tersedia lahan yang memenuhi syarat dan tidak berpotensi bencana,” ujar Dedi dikutip dari instagram resminya @dedimulyadi71, Jumat (30/1/2026).

Dedi menegaskan, keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil kajian dan feasibility study yang melibatkan berbagai instansi teknis. Aspek keamanan, kenyamanan, serta aksesibilitas bagi peserta didik menjadi pertimbangan utama sebelum pembangunan dilakukan.

Meski demikian, Dedi memastikan komitmen pembangunan sekolah negeri di Karawang tidak dibatalkan, melainkan hanya ditunda.

“Dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan berkomunikasi dengan Bupati Karawang untuk bersama-sama mencari alokasi tanah yang aman, nyaman, dan terjangkau oleh siswa yang nantinya akan menjadi peserta didik di sekolah tersebut,” tegasnya.

Dedi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Karawang atas upaya yang telah dilakukan, termasuk penyiapan dan penghibahan lahan. Namun, faktor risiko bencana menjadi catatan penting yang tidak bisa diabaikan.

Diberitakan sebelumnya, Janji Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk mengakhiri ketimpangan pendidikan tingkat SMA/SMK di Kabupaten Karawang melalui pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) pada tahun 2026 dipastikan tidak akan terwujud.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah IV Jawa Barat, Riesye Silvana usai menghadiri peresmian Sharp Class di SMKN 3 Karawang, Senin (26/1/2026).

Riesye mengungkapkan, pembangunan USB jenjang SMA/SMK di Karawang belum masuk dalam program Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2026.

Meskipun, data Badan Pusat Statistik (BPS) Karawang menunjukkan ada 4 Kecamatan di Karawang yakni Purwasari, Cilamaya Kulon, Rengasdengklok dan Cilebar belum memiliki SMA Negeri maupun swasta, Kabupaten Karawang dipastikan tidak masuk daftar daerah penerima pembangunan unit sekolah baru dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Untuk 2026, saya pastikan belum ada pembangunan USB di Karawang. Secara keseluruhan, di Jawa Barat baru ada 24 sekolah baru, dan Karawang memang tidak termasuk,” ungkap Riesye.

Riesye membenarkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang telah menghibahkan lahan untuk pembangunan USB seluas 9.000 meter persegi lebih di Cilamaya Kulon dan lahan sekitar 1,2 hektare di Pangkalan ke Pemprov Jabar beberapa waktu lalu.

“Memang (betul) Pemda Karawang sudah menghibahkan, tapi setelah kita melakukan feasibility study menggunakan pihak ketiga, itu memang dirasakan belum layak (dibangun)," katanya.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut