Pemprov Jabar Dorong Kolaborasi Industri-Pendidikan, Dongkrak Serapan Lulusan SMK di Karawang
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Rendahnya daya serap lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ke dunia industri masih menjadi persoalan di Jawa Barat, khususnya di wilayah Karawang, Subang, dan Purwakarta. Tingkat penyerapan lulusan SMK ke industri tercatat baru sekitar 40 persen dari total lulusan setiap tahunnya.
Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri guna menekan kesenjangan kompetensi lulusan.
Salah satu langkah konkret dilakukan melalui kerja sama antara PT Sharp Electronics Indonesia dan SMKN 3 Karawang dalam Program Sharp Class, yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Minggu (26/1/2026).
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah IV Jawa Barat, Riesye Silvana, menyebut kerja sama antara industri dan sekolah vokasi menjadi kebutuhan mendesak.
“Penyerapan lulusan SMK di wilayah IV Jawa Barat saat ini masih sekitar 40 persen. Hal ini menunjukkan kompetensi lulusan dan kebutuhan industri belum sepenuhnya selaras,” ujar Riesye.
Ia menegaskan, sekolah vokasi dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta perubahan kebutuhan industri, baik di sektor manufaktur maupun jasa.
Editor : Frizky Wibisono