get app
inews
Aa Text
Read Next : Satresnarkoba Polres Karawang Ungkap Peredaran Sabu 120 Gram di Banyusari

Pemprov Jabar Dorong Kolaborasi Industri-Pendidikan, Dongkrak Serapan Lulusan SMK di Karawang

Senin, 26 Januari 2026 | 20:31 WIB
header img
Pemprov Jabar Dorong Kolaborasi Industri-Pendidikan, Dongkrak Serapan Lulusan SMK di Karawang. (Foto : iNewskarawang.id/Gelar Maulana Media).

KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Rendahnya daya serap lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ke dunia industri masih menjadi persoalan di Jawa Barat, khususnya di wilayah Karawang, Subang, dan Purwakarta. Tingkat penyerapan lulusan SMK ke industri tercatat baru sekitar 40 persen dari total lulusan setiap tahunnya.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri guna menekan kesenjangan kompetensi lulusan.

Salah satu langkah konkret dilakukan melalui kerja sama antara PT Sharp Electronics Indonesia dan SMKN 3 Karawang dalam Program Sharp Class, yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Minggu (26/1/2026).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah IV Jawa Barat, Riesye Silvana, menyebut kerja sama antara industri dan sekolah vokasi menjadi kebutuhan mendesak.

“Penyerapan lulusan SMK di wilayah IV Jawa Barat saat ini masih sekitar 40 persen. Hal ini menunjukkan kompetensi lulusan dan kebutuhan industri belum sepenuhnya selaras,” ujar Riesye.

Ia menegaskan, sekolah vokasi dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta perubahan kebutuhan industri, baik di sektor manufaktur maupun jasa.

Di SMKN 3 Karawang, Program Sharp Class diikuti oleh 25 siswa terpilih dengan fokus pada kompetensi perawatan dan layanan Air Conditioner (AC), bidang yang masih memiliki permintaan tenaga kerja cukup tinggi di sektor elektronik dan jasa.

Customer Satisfaction Head Division PT Sharp Electronics Indonesia, Lise Tiasanty, mengatakan Sharp Class merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja.

“Sharp Class bukan sekadar pelatihan, tetapi investasi jangka panjang untuk mencetak lulusan vokasi yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri,” kata Lise.

Program Sharp Class berlangsung selama dua bulan dengan kurikulum berbasis kebutuhan industri. Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali soft skill seperti pelayanan pelanggan, komunikasi profesional, etos kerja, serta dasar kewirausahaan.

Sementara itu, Kepala SMKN 3 Karawang, Ade Mardiah Hayati, menilai Sharp Class sebagai model kolaborasi ideal dalam penguatan pendidikan vokasi.

“Program ini memberi pengalaman belajar yang relevan dengan dunia kerja. Keterlibatan langsung tenaga profesional Sharp membantu siswa memahami standar industri secara nyata,” ujarnya.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut