Ratusan Warga Telukjambe Barat Terserang Penyakit Pascabanjir
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Pascabanjir, ratusan warga di Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, terserang berbagai penyakit. Keluhan yang dialami warga di antaranya gatal-gatal atau dermatitis, ISPA, pusing, hingga nyeri otot.
Kepala Puskesmas Wanakerta, drg. Veronica Maulana, MKM, mengatakan berdasarkan data pos kesehatan banjir tercatat sebanyak 549 kunjungan warga yang mendapatkan layanan medis. Dari jumlah tersebut, 546 orang berusia di atas lima tahun dan tiga orang berusia di bawah lima tahun.
“Sebagian besar keluhan yang kami tangani adalah penyakit pascabanjir yang umum, terutama gatal-gatal dan ISPA,” kata Veronica.
Ia menjelaskan, jenis penyakit yang paling dominan adalah dermatitis atau gatal-gatal dengan total 141 kasus. Selain itu, keluhan ISPA seperti batuk dan pilek tercatat sebanyak 55 kasus.
"Keluhan lain yang juga cukup banyak ditemukan meliputi hipertensi 71 kasus, sakit kepala 69 kasus, myalgia atau nyeri otot 55 kasus, gastritis 16 kasus, sakit mata 11 kasus, serta diabetes melitus tujuh kasus," paparnya.
Veronica menambahkan, terdapat enam desa yang terdampak banjir, yakni Desa Karangligar, Parungsari, Mekarmulya, Mulyajaya, Wanakerta, dan Wanasari. Dari seluruh desa tersebut, Desa Karangligar menjadi wilayah dengan jumlah keluhan kesehatan tertinggi.
“Keluhan dan kunjungan kesehatan paling banyak memang berasal dari Desa Karangligar,” ujarnya.
Selain itu, petugas kesehatan juga mencatat sebanyak 116 kasus keluhan lainnya serta dua kasus luka ringan akibat aktivitas warga selama banjir. Untuk penyakit berbahaya seperti demam berdarah, chikungunya, leptospirosis, hingga Covid-19, hingga kini tidak ditemukan kasus.
“Seluruh pasien masih bisa ditangani secara rawat jalan dan belum ada yang harus dirujuk ke rumah sakit,” jelas Veronica.
Tingginya jumlah kunjungan warga Karangligar, lanjutnya, dipengaruhi oleh kondisi pengungsian yang masih tersebar dan belum terpusat. Banyak warga mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat maupun kontrakan sehingga lebih sering datang langsung ke pos kesehatan.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan. “Kami mengingatkan warga untuk menghindari kontak langsung dengan air banjir dan segera memeriksakan diri ke pos kesehatan apabila merasakan keluhan, agar penyakit pascabanjir tidak semakin meluas,” pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono