get app
inews
Aa Text
Read Next : Polda Jabar Gratiskan Mudik Lebaran ke Solo dan Yogyakarta

Atlet Para Panahan Indonesia Juara Umum Para-meter Archery Indonesia Open 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 17:12 WIB
header img
Atlet Para Panahan Indonesia Juara Umum Para-meter Archery Indonesia Open 2026. (Foto : Istimewa).

SOLO, iNEWSKarawang.id – Tim para panahan Indonesia tampil dominan dalam turnamen Para-meter Archery Indonesia Open 2026 yang digelar di Lapangan FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Sabtu-Minggu (7-8/8/2026).

Ajang yang diinisiasi National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) tersebut mempertemukan atlet disabilitas dan non-disabilitas. Dari total 65 peserta, sebanyak 40 atlet berstatus non-disabilitas.

Meski harus bersaing dengan atlet non-disabilitas, para pemanah Indonesia yang diproyeksikan tampil pada Asian Para Games 2026 mampu menunjukkan performa terbaik.

Atlet para panahan Indonesia, Ken Swagumilang, menjadi salah satu yang paling menonjol. Ia berhasil merebut dua medali emas melalui nomor compound individu dan mixed team.

Pada nomor compound individu, Ken mengalahkan wakil Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dimas Maulana, dengan skor 142-138.

Sebelumnya, Ken menyingkirkan juara Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2025, Muhammad Faris Ardiansyah, pada semifinal dengan skor tipis 147-145.

Ken kembali meraih emas pada nomor mixed team bersama Teodora Audi Ayudia Ferelly. Mereka mengalahkan pasangan Dimas Maulana dan Qanita Syauqina dengan skor 152-147.

Sementara itu, satu medali perak disumbangkan pasangan Kholidin/Noviera Ross dari nomor mixed team recurve. Mereka kalah dari pasangan PPLOP Jawa Tengah, Daffa Indika Haidar/Vinethea Natyasha, dengan skor 1-5 pada perebutan medali emas.

Dengan koleksi dua emas dan satu perak, tim para panahan Indonesia keluar sebagai juara umum. Posisi kedua ditempati PPLOP Jawa Tengah dengan dua emas dan satu perunggu, sedangkan Kota Surakarta meraih satu emas, satu perak, dan satu perunggu.

Uji Mental Sebelum Asian Para Games

Pelatih para panahan Indonesia, Idya Putra Harjianto, menyebut persaingan dengan atlet non-disabilitas menjadi bagian dari persiapan mental menuju kompetisi yang lebih besar.

Menurutnya, atmosfer pertandingan di Para-meter Archery Indonesia Open 2026 memberikan pengalaman berbeda bagi atlet para panahan Indonesia.

“Biasanya mereka bertanding dengan sesama atlet disabilitas, kali ini didatangkan atlet yang non-disabilitas. Artinya pertarungan mental di ajang ini sangat membantu atlet-atlet para panahan Indonesia menuju kejuaraan yang lebih besar,” kata Idya, Minggu (9/8/2026).

Sejumlah penyesuaian aturan juga diterapkan untuk meningkatkan konsentrasi atlet. Salah satunya penggunaan satu bantalan untuk tiga peserta, dari yang biasanya digunakan oleh dua peserta.

Selain itu, sistem alternate shoot mulai diterapkan sejak babak kedua. Sistem tersebut menjadi salah satu evaluasi tim pelatih setelah para pemanah Indonesia tampil di kejuaraan dunia di Novemesto, Republik Ceko, 29 Juni-4 Juli 2026.

“Kita memberlakukan sistem alternate shoot yang jarang dijumpai di Indonesia. Dari sinilah kita akan membiasakan diri menuju panggung alternate yang akan digunakan saat kejuaraan dunia dan Asian Para Games,” ujar Idya.

Setelah mengikuti turnamen ini, tim para panahan Indonesia dijadwalkan tampil di Hyundai World Archery Para Series 2026 di Ahmedabad, India, pada 5-9 September 2026.

Ajang tersebut menjadi penting karena para atlet akan memburu poin untuk membuka peluang tampil pada Paralimpiade Los Angeles 2028.

Perkuat Solidaritas Atlet

Ketua penyelenggara Para-meter Archery Indonesia Open 2026, Rameez Ali, mengatakan turnamen tersebut tidak hanya ditujukan untuk menguji kesiapan atlet menuju Asian Para Games 2026.

Menurutnya, ajang ini juga menjadi sarana mempertemukan atlet disabilitas dan non-disabilitas dalam satu kompetisi.

“Melalui ajang ini kami ingin menambah solidaritas antara pemanah disabilitas dan non-disabilitas, yang mana selama ini mungkin belum pernah bertanding bersama, terutama di kejuaraan nasional,” kata Rameez.

Ia berharap turnamen tersebut dapat menjadi agenda tahunan dan berkembang dengan jumlah peserta yang lebih banyak.

“Harapan kami, event ini bisa diselenggarakan setiap tahun,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Ken Swagumilang. Atlet asal Jawa Timur itu berharap kompetisi serupa dapat digelar lebih besar pada tahun berikutnya.

“Kalau bisa tahun depan dibuat lebih besar lagi, pesertanya ditambah lagi. Pasti akan lebih meriah. Kita bisa latihan buat merasakan pressure lagi,” ujar Ken.

Sementara itu, atlet asal Kota Solo, Asyifa Putri El Zahra, mengaku mendapatkan pengalaman berbeda setelah mengikuti turnamen tersebut.

“Senang bisa melihat pemanah dari NPC Indonesia, bagaimana caranya memanah, melihat cara-caranya tersendiri. Tapi saya juga merasakan tegang karena tadi sempat shoot off,” kata Asyifa.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut