Banjir Meluas, Pemkab Karawang Pertimbangkan Naikkan Status ke Tanggap Darurat
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang tengah mempertimbangkan peningkatan status penanganan bencana banjir dari Siaga Bencana menjadi Tanggap Darurat Bencana, menyusul meluasnya wilayah terdampak dan terus bertambahnya jumlah korban akibat banjir yang melanda sejumlah kecamatan.
Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang hingga Senin (19/1/2026) pukul 08.00 WIB, banjir telah merendam 26 desa di 12 kecamatan, dengan jumlah warga terdampak mencapai sekitar 13.400 orang dewasa. Selain itu, terdapat 374 balita, 86 bayi, 77 lansia, serta 4.304 kepala keluarga yang turut terdampak.
“Jika kondisi bencana ini terus meningkat dan jumlah kecamatan terdampak bertambah hingga lebih dari 50 persen wilayah Kabupaten Karawang, maka status bencana akan kami naikkan dari siaga menjadi tanggap darurat,” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Karawang, Usep Supriatna, Senin (19/1/2026).
BPBD juga mencatat 3.163 unit rumah terdampak banjir, serta kerusakan pada fasilitas umum, meliputi 5 rumah ibadah dan 2 sarana pendidikan. Dampak banjir turut meluas ke sektor pertanian dan perikanan, dengan 680 hektare sawah dan 3.268 hektare tambak terendam.
Salah satu wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak berada di Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat. Di lokasi tersebut, tercatat 2.154 jiwa terdampak, dengan 1.798 orang mengungsi yang tersebar di 10 titik pengungsian. Kawasan ini juga menjadi lokasi kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Dalam penanganan bencana, BPBD Karawang telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari asesmen dan kaji cepat, pendirian posko siaga bencana di Mako BPBD, evakuasi warga, hingga penyaluran logistik yang melibatkan Dinas Sosial (Dinsos), PMI, serta berbagai organisasi relawan.
BPBD Karawang juga telah menyiapkan sejumlah titik pengungsian, di antaranya Kantor Kelurahan Tanjungpura, Ruko Karaba, Jalan Pemancingan Ajo, dan Ruko Tupperware.
Meski personel BPBD hanya sekitar 40 orang, upaya penanganan diperkuat dengan dukungan sekitar 60 relawan dari berbagai komunitas, seperti Tagana, Sagara, Katana, dan forum relawan kebencanaan lainnya.
Seiring prediksi BMKG yang menyebutkan curah hujan tinggi hingga Februari 2026 disertai potensi cuaca ekstrem, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami terus mengimbau warga agar segera mengungsi ke tempat aman jika curah hujan meningkat. Terutama kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, lansia, dan
penyandang disabilitas,” pungkasnya.
BPBD Karawang menyatakan data akan terus diperbarui, dengan rilis lanjutan dijadwalkan pada pukul 11.00 WIB, termasuk kemungkinan penambahan wilayah terdampak di Desa Segaran, Kecamatan Batujaya.
Editor : Frizky Wibisono