Bupati Aep Gelontorkan Rp18 Miliar untuk Naikan Gaji PPPK Guru Paruh Waktu
KARAWANG, iNEWSKarawang.id – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh akhirnya membeberkan alasan di balik keputusannya menaikkan gaji guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu hingga hampir tiga kali lipat yang menguras hampir Rp18 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Bupati Aep menjelaskan, kenaikan gaji itu didasari keinginannya untuk lebih memanusiakan dan menyejahterakan profesi guru, khususnya mereka yang selama ini berstatus honorer dan telah diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu.
Selain meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, alasan ia mencetuskan kebijakan tersebut adalah untuk memperkuat serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Karawang.
“Alasan saya kenapa guru honorer yang kemarin diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu, ini merupakan salah satu upaya kami untuk menyejahterakan para guru. Tapi tentunya juga harus kita lihat pendapatan mereka selama ini,” ujar Aep, Kamis (15/1/2026).
Menurutnya, sebelum adanya penyesuaian, banyak guru hanya menerima gaji yang sangat minim. Guru SD rata-rata hanya mendapatkan sekitar Rp600 ribu per bulan, sementara guru SMP sekitar Rp800 ribu.
“Kemarin saya putuskan, untuk guru SD itu minimal Rp1.525.000, dan guru SMP Rp1.550.000. Dulunya ada yang hanya dapat 600 ribu, ada yang 800 ribu. Sekarang minimal segitu, dan mulai dibayarkan sejak Januari tahun ini,” jelasnya.
Aep menegaskan, kebijakan tersebut bukan tanpa konsekuensi anggaran. Pemkab Karawang harus menambah alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2026 hampir Rp18 miliar untuk membiayai kenaikan insentif tersebut.
“Saya tambahkan anggaran APBD kami di 2026 ini kurang lebih hampir Rp18 miliar. Kurang sedikit lah dari itu. Tapi tidak apa-apa,” tegasnya.
Tak hanya soal kesejahteraan guru, Aep menyebut kebijakan ini sejalan dengan visi besarnya dalam membangun SDM Karawang. Ia juga menyinggung program peningkatan pendidikan, termasuk penguatan program “Karawang Cerdas” yang kembali ditingkatkan.
“Besar harapan kami di tahun 2027, bagaimana kita bisa mencetak banyak lulusan sarjana. Kita juga akan memprioritaskan masyarakat yang memang tidak mampu, supaya mereka bisa jadi penopang keluarganya,” ujarnya.
Aep menilai, peningkatan kualitas pendidikan memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan semakin banyak warga berpendidikan tinggi, peluang kerja akan terbuka lebih luas dan taraf hidup keluarga pun meningkat.
“Kalau kita punya sumber daya manusia yang unggul, Insya Allah daerah ini akan maju. Tapi kalau kita punya uang banyak tanpa SDM yang unggul, percuma. Mudah-mudahan seiring SDM-nya bagus, keuangannya pun kita baik, Karawang bisa lebih maju,” pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono